apakah pacaran itu perlu?
So why does it always seem?
That every time I turn around
Somebody falls in love with me
This has never been my sole intention
And I have never claimed
to have patents on such inventions
- Save Your Scissors, Dallas Green
Sejak SMP, aku mulai mengenal istilah pacaran. Yaitu dua orang yang berlawanan jenis saling dua-duaan, bahkan di tempat-tempat sepi dan bertingkah layaknya suami-istri.
Aku sebenernya karena puber, pengen ikut-ikutan tren itu. Apalagi waktu SMA dan awal-awal kuliah dulu semakin parah saja godaannya, tiap hari mikirin akhwat terus. Terhitung dari SMA, dua kali aku hampir jadian ma seorang akhwat. Dan sialnya (atau bisa dikatakan beruntungnya), dua kali jadian itu batal dan nggak jelas kabarnya.
Sebenernya, aku dari dulu ngerasa ada yang salah dengan pacaran. Perlu nggak sih pacaran itu?
Kenapa harus buang-buang uang?
Kenapa harus makan hati gara-gara seorang akhwat yang belum jelas dia jadi istri kita apa nggak?
Kenapa harus bertingkah layaknya udah menikah?
Aku bener-bener nggak ngerti. Dan…
Allah tampaknya memberiku hidayah. Dia nggak mengijinkan aku untuk pacaran karena Dia ingin menunjukkan bagaimana Islam menuntun kita dalam hubungan antara ikhwan dan akhwat.
Subhanallah.
Inilah penjelasannya.
Aku sadur dari muslim.or.id, Jum’at 15 Februari 2008.
Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Silahkan menikmati salah satu keindahan Islam ini, sebelum Anda membaca postingan terakhir tentang LITL 2008.
Jazakumullah khairan katsirah…
Adab Bergaul Antara Lawan Jenis
Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah:
1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis
Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya,”Dan katakalah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 31)
2. Tidak berdua-duaan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya.” (HR. Bukhari & Muslim)
3. Tidak menyentuh lawan jenis
Di dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin).” (HR. Bukhari). Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani dengan sanad hasan)
Jika memandang saja terlarang, tentu bersentuhan lebih terlarang karena godaannya tentu jauh lebih besar.
Salah Kaprah Dalam Bercinta
Tatkala adab-adab bergaul antara lawan jenis mulai pudar, luapan cinta yang bergolak dalam hati manusia pun menjadi tidak terkontrol lagi. Akhirnya, setan berhasil menjerat para remaja dalam ikatan maut yang dikenal dengan “pacaran“. Allah telah mengharamkan berbagai aktifitas yang dapat mengantarkan ke dalam perzinaan. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesugguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra’: 32). Lalu pintu apakah yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah dengan memandang, zina lisan adalah dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan, lalu farji (kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya. Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu tidaklah bisa dirayu untuk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok yang masih suci dan belum ternodai. Setan pun bergembira atas keberhasilan usahanya…
Iblis, Sang Penyesat Ulung
Tentunya akan sulit bagi Iblis dan bala tentaranya untuk menggelincirkan sebagian orang sampai terjatuh ke dalam jurang pacaran gaya cipika-cipiki atau yang semodel dengan itu. Akan tetapi yang perlu kita ingat, bahwasanya Iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan semua manusia. Iblis berkata, “Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Shaad: 82). Termasuk di antara alat yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia adalah wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah Iblis tidak berhasil merusak agama seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran cipika-cipiki, mungkin cukuplah bagi Iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan, terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama seperti dengan pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, miss called atau SMS pacarnya untuk bangun shalat tahajud dan lain-lain.
Ringkasnya sms-an dengan lawan jenis, bukan saudara dan bukan karena kebutuhan mendesak adalah haram dengan beberapa alasan: (a) ini adalah semi berdua-duaan, (b) buang-buang pulsa, dan (c) ini adalah jalan menuju perkara yang haram. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
Pasti ada yang tanya…
kalo nggak pake pacaran, gimana dong kita bakal mengenal calon istri kita?
Tenang, masih ada lanjutannya kok.
Aku akan bahas tentang Ta’aruf menjelang pernikahan di postingan berikutnya.
Sabar nggih…
Wallahu a’lam bish-shawab.
Semoga Allah memuliakan kita karena kita telah memuliakan-Nya dan mencintai-Nya.



Yogha Asmara W (0511033024) berkata,
15 April, 2008 @ 4:16 pm
ya bagus bgt dalam kisah antum . seperti crita ana yang dahulu. tapi yang jelas qt konsukensi untuk menjalankan agama. jadi blajar agama hal yang harus diwajibkan. syukron
Hasan Seru berkata,
15 April, 2008 @ 8:40 pm
wah2… aku kayaknya dah melanggar. Dah boncengan sama perempuan, sms-an sama cewek, knalan.. kyaknya setan2 dimana2 yaaa? Dah pernah pacaran, 3x lebih… huh…
tapi begitulah, kita kudu bener2 bisa jaga hati dan pandangan.
aku lagi proses menuju lebih baik lagi, Hasan yg lebih baik lagi….
Kiki Ahmadi berkata,
16 April, 2008 @ 1:39 am
: )
no komen deh soal ini…
sensitiph..
hehehhehe
great writing by the way
myviolet berkata,
16 April, 2008 @ 8:46 am
kwakakaka…….
maslaah itu lagi ya….
klo mau tanya tentang masalah itu..
jawaban tiap orang pasti beda jawabna..
klo leh jujur…
dulu aku rasa perlu
tapi sekarang akayakanya nggak lagi deh…..
coz kalo itu dilakukan…ntar pas yang itutuu….
pas walimah.. jadi ga ada yang surprise…coz dah pernah ngerasain…..
Wiwin berkata,
17 April, 2008 @ 6:51 pm
Wah, temen2 aq udh bnyk yg langgar tuh. Gmana y? D masa puber kyk gini emang bnyk godaannya. Trmask pacaran. Apalagi d tv, acaranya pacaran smua. G ada yg mendidik!
myviolet berkata,
18 April, 2008 @ 4:52 am
TAMBAHI LAGI AH… MUMPUNG POSTINGANNYA BELUM DIGANTI…
KLO SECARA ISLAM
PACARAN TIDAK PERLU
TAPI KALO LE NANYA SAMA YANG SUKA NONGKRONG DI PINGGIR JALAN YA JAWABANNYA PASTI PERLU
ALASANNYA UNTUK MELIHAT KECOCOKAN ATO MENCARI YANG PAS..
bebek cekcih berkata,
22 April, 2008 @ 8:25 am
waaaaah,,
temanya masih tentang relationship yach?
hohohoho,,
maharani berkata,
25 April, 2008 @ 1:19 pm
salam, bagus seh…satu penulisan yang menarik untuk semua yang masi gak ngerti…teruskan menulis….aku suka penulisan kayak gini…ok
wasalam
agungfirmansyah berkata,
27 April, 2008 @ 11:50 pm
btw, klo nyang ini…
ane percaya dah klo ente jagonya…
Tp nek sing ta’aruf menjelang nikah, apa ente dah pernah nyobain??
Ahli kubur berkata,
28 April, 2008 @ 11:18 am
Assalamu’alaikum wrwb!
Ya,ana jg prnh mengalami,tapi emang bgitulah episode hidup manusia!
Dah diatur ma Allah!Tapi yg penting_:”dosa besar adalah dosa yg pabila dah tau,masih tetap mengerjakan!”>taubat.
presty larasati berkata,
29 April, 2008 @ 2:46 pm
g mbaca postingan langsung jawab judul :
G PERLU!!!!
deanet berkata,
29 April, 2008 @ 3:27 pm
wiw … i’m going on islamic blog ..
assalamualaikum …
perlu atau tidak, yg jelas saya
perlutidak tahudeanet berkata,
29 April, 2008 @ 3:36 pm
ic ic …
kulo sampun maos …
dan untungnya pacar saya skarang adalah tux si pinguin lucu imut … .)
thx Good
emutZ berkata,
30 April, 2008 @ 9:15 am
ehmmm
sbnrNa em9 9ak pnt9 c
tp kan wlopn 9ak pcrn, qt mezti ter9oda m akhwan y9 laen?
apl9 qt msi skull at0 kul
tyuz 9mn dunk???
uhh99hh. . . . .
susah y jd muslimah sejati??
hikzZ
achoey sang khilaf berkata,
30 April, 2008 @ 8:35 pm
ah mending jangan pacaran
dulu ka2 terbiasa lakukan itu
gersang dik
makin jauh makin lupa
bahaya
segera nikah aja!
riyee ahayy berkata,
1 Mei, 2008 @ 9:47 am
hehe. tema ini tema inii.. bingung juga nii muk komen apa. ak pernah skali pacaran n alhamdulillah sehat2 ajj t pcrn kita.. lha gimana gg sehat? ketemu ajj jarang. hhehe. tapi, good writing d.. salut d ak sama tulisan nii.. hhihi. smuga dgn baca tulisan ni ak jadi tambah baik d.. hhihi.. X) thx vo review kak..
Kishin berkata,
1 Mei, 2008 @ 12:41 pm
Saya tidak setuju
pacaran itu perlu…
dengan belum pernah pacaran bukan berarti pacaran itu salah..
dengan pacaran banyak hal yang bisa dipelajari
termasuk bagaimana menundukkan ego terutama bagi kaum adam..
Jadi pacaran dulu baru bisa bilang bagus jeleknya..
kalau baru coba satu mana boleh berskesimpulan?
ada yang pacaran berkali2 tapi g belajar2, cuma seneng2 doank..
tapi ada juga yang memanfaatkan untuk pengembangan spiritualitas..
kalau pengertian yg anda maksud ttg pacaran cm seneng2 n ‘remang2′ doank..
berarti saya setuju dengan anda, tapi kalau dalam arti luas, pacaran merupakan tahap pembelajaran yang harus dilewati..
-Love is My Worship-
nenyok berkata,
1 Mei, 2008 @ 10:56 pm
Salam
Biar aman, tenang dan tentram pacarannya sudah menikah aja ya
zaki berkata,
2 Mei, 2008 @ 10:39 pm
Pacaran perlu deh……..
DENGEN iStRi YANG SUDAH DINIKAHI
Chiw berkata,
9 Mei, 2008 @ 1:17 am
menurut saya kok perlu ya…
manzZ berkata,
9 Mei, 2008 @ 1:48 am
Pacaran tujuannya lebih cenderung kepada kenikmataan sesaat, zina & maksiat. Identik dengan jln2 asyik berdua, nnton, bermesraan & bercumbu. Sama sekali tidak ada porsi tentang persiapan reel untuk hidup. Bahkan pacaran cenderung bohong & menipu. (bagaimanapun pacaran tidak harus di judge selalu buruk, tapi tergantung dari cara atau metoda pacaran itu sendiri). Nuhun..
jenggo berkata,
9 Mei, 2008 @ 9:25 pm
pacaran kayakNya bukan hal yang tabu lagi…sekarang anak SD ajah udah pacaran…bisa disebut cinta monyet…menurut akuh pacaran perlu dech…emang cih ada yang bilang ‘cinta tidak selalu sejalan dengan jodoh,tapi jodoh sejalan dengan cinta’,,,tapi kalo Qta gag berusaha nyari jodoh dengan pacaran..bisa” jadi “bujang LAPUK”,,,
ovi_kun berkata,
11 Mei, 2008 @ 4:47 pm
wah2!!!!
speechless aq bacanya…….
kalo menurutku pacaran tu gpp,
asal masing2 bisa saling jaga diri aja….
that’s all
riza berkata,
12 Mei, 2008 @ 7:07 pm
postingan keren… ini konsep dari Yang Maha Mengetahui perkara paling pas buat makhluknya. Kalau ga boleh pacaran, pasti itu yang terbaik dan kalau dilanggar pasti banyak mudhorotnya. Perasaan banyak contoh kasusnya ya.
gunawan berkata,
13 Mei, 2008 @ 2:54 pm
pacaran sih menurut saya sah aja, tetepi harus bisa seimbang (balance) antara si cowok dan sicewek, seperti halnya dalam mentracktir sang pacar.., jangan si cowok melulu..ini akan berdampak negatif karena tidak ada yang dihasilkan dari pacaran tersebut, sehingga si cowok menuntut hal2 yang aneh dari si cewek, misalnya ciuman dan sebagaianya yang bisa mendekatkan zina, yang tidak bisa di tolak oleh si cewek karena ia sudah banyak makan uang sicowok ( ini Fakta yang terjadi dikehidupan di sekitar kita ).
firman berkata,
13 Mei, 2008 @ 3:11 pm
Yang perlu sekarang ini adalah cari uang dulu yang banyak, klo dah kaya lo bisa pilih
cewek mana yang mana lo mo, seperti beyond c atau sejenisnya, then jika lo mo nikah
tuk yang kedua please choose your choice, seperti Aa gim ha ha..
@ndea berkata,
13 Mei, 2008 @ 9:18 pm
Ak ndri prnah pcrn,tp tu dlu,en Alhamdulillah skr9 dah 9a,coz pacaran bnyk ru9iny,lebh2 bwt cewek,
Ak yakin 9a hny lwat pcrn Qt bs dpt pndampin9,,
Klo Qt brjalan d9n tuntunan Qur’an n hadis,pasti da jalan y9 lbh baik bwt dpt
pndampin9 y9 terbaik bw Qt
Lu2 berkata,
14 Mei, 2008 @ 6:44 pm
Akhi
Bleh minta saran,,
Ikhwan yg lg dket ma ak,msh pngen skolah,jd buat nkah msh jauh,pdhl ak g mau klo te2p hub,wlo cma telp/sms,,mnrtku itu sma aja ky pcrn wlo g ktemuan,bner g?
Lu2 berkata,
14 Mei, 2008 @ 9:31 pm
Mksh bwt referensi ny,,
natazya berkata,
15 Mei, 2008 @ 1:53 am
karena pada akhirnya hal seperti ini tidak bisa dibilang perlu atau tidak perlu…
atau sebaliknya ya, perlu dan tidak perlu tidak akan sama tergantung siapa orangnya
pacaran bukan karena perlu, tapi karena mau hehe
GR berkata,
15 Mei, 2008 @ 2:44 pm
Beruntungnya saya sudah lepas dari lingkaran zina si mantan pacar.. Subhanalloh..
Taaruf itu lebih baik dibanding pacaran..
Tul kan, ghan?
wong alit berkata,
15 Mei, 2008 @ 7:02 pm
pacaran dalam kontek kekinian memang sudah bertentangan dengan norma ketimuran apalagi kalau kita membandingkan dengan anjuran agama mungkin sudah jauh berbeda pemaknaannya.
Alifa El-Khansa berkata,
17 Mei, 2008 @ 2:29 pm
Hm… Subhanallah, bagus banget neh artikelnya…
Mo dikit nanggepin temen-temen di atas neh…
Dipandang dari manapun, pacaran tuh baeknya cuma seperseratus persen… Kalo kita bilang dengan pacaran kita bisa kenal cowok, wups… salah besar deh! Coz pas pacaran, yang ditunjukin pasti sisi baeknya doang kan?! Mana ada seh yang mau nunjukin sisi buruknya ke pacar? Bisa-bisa ditinggalin pacar deh, trus nggak jadi nikah… hehe…Hayo…Masih tetep pengen pacaran?!
Trus kalo kita mo bilang pacaran buat ngenal kepribadian seorang cowok/cewek, nggak bener juga tuh! Nyatanya, seberapa banyak kita pacaran nggak jadi jaminan kita kenal dengan kepribadian seorang cowok/cewek. Buktinya banyak yang bolak balik pacaran tapi nggak tau tau banget dengan dunia cowok/cewek. Yang ada malah pegang sana-sini terus berdosa deh…
Ane sebagai seorang sarjana psikologi (fresh graduated, euy!), insyaAllah tau tuh kepribadian cowok walo nggak pernah pacaran. Taunya darimana? Ya dari buku2 lah… Buku itu kan ilmu lagi!!! cari di buku-buku psikologi pasti banyak! Trus kita juga bisa tanya2 ke bokap or sodara cowok kita. Kalo nggak punya juga, cari donk di internet. selama kita mau berusaha, pasti ada jalan. Nggak harus melalui cara-cara yang dibenci Allah kan, kayak pacaran gitu lho!!!
Kalo mau tau seratus persen kenal cowok ya caranya cuma nikah lagi! udah halal, dijamin kita bakal jadi cowok/cewek dewasa yang bisa nerima orang apa adanya, nggak rese cari-cari tau sebelum merried. Ya nggak?! selain itu, dengan merried you bakal pahala romantis2an dengan suami/istri you. Hm… nikmat bukan?!
So, sekarang beranikah dirimu menikah?
The point, stop pacaran before merried
raihlah cinta dengan suci, maka surga juga akan datang kepada kita tanpa diminta.
-peace-
semrawut berkata,
18 Mei, 2008 @ 1:45 pm
klo jantan, langsung lamar aja.. hehe..
r i a n a berkata,
29 Juni, 2008 @ 11:45 pm
ohh..
smsan m lwan jnis t hram t????
brarti ak ud dosa gtu iah????
klo mslh pcaran c,,ak kontra jga..
kta p2h,cwo t sbagian bsar sm ajj..
tengss dad,u let me know d fact bout those aliens from mars..hheu
syukron..
postingannya strenghtened my faith 4 more x)
laras berkata,
1 Juli, 2008 @ 1:12 pm
aku baru tau klo smsan m lawan jenis tu haram.
tapi kita liat dulu seperti apa yang kita ucapkan.
kalau kita smsannya lebih menambah keimanan gimana…….?