apakah pacaran itu perlu?

So why does it always seem?
That every time I turn around
Somebody falls in love with me
This has never been my sole intention
And I have never claimed
to have patents on such inventions
- Save Your Scissors, Dallas Green

Sejak SMP, aku mulai mengenal istilah pacaran. Yaitu dua orang yang berlawanan jenis saling dua-duaan, bahkan di tempat-tempat sepi dan bertingkah layaknya suami-istri.

Aku sebenernya karena puber, pengen ikut-ikutan tren itu. Apalagi waktu SMA dan awal-awal kuliah dulu semakin parah saja godaannya, tiap hari mikirin akhwat terus. Terhitung dari SMA, dua kali aku hampir jadian ma seorang akhwat. Dan sialnya (atau bisa dikatakan beruntungnya), dua kali jadian itu batal dan nggak jelas kabarnya.

Sebenernya, aku dari dulu ngerasa ada yang salah dengan pacaran. Perlu nggak sih pacaran itu?

Kenapa harus buang-buang uang?
Kenapa harus makan hati gara-gara seorang akhwat yang belum jelas dia jadi istri kita apa nggak?
Kenapa harus bertingkah layaknya udah menikah?

Aku bener-bener nggak ngerti. Dan…
Allah tampaknya memberiku hidayah. Dia nggak mengijinkan aku untuk pacaran karena Dia ingin menunjukkan bagaimana Islam menuntun kita dalam hubungan antara ikhwan dan akhwat.

Subhanallah.
Inilah penjelasannya.
Aku sadur dari muslim.or.id, Jum’at 15 Februari 2008.
Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Silahkan menikmati salah satu keindahan Islam ini, sebelum Anda membaca postingan terakhir tentang LITL 2008.
Jazakumullah khairan katsirah…

Adab Bergaul Antara Lawan Jenis

Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah:

1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis

Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya,”Dan katakalah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 31)

2. Tidak berdua-duaan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya.” (HR. Bukhari & Muslim)

3. Tidak menyentuh lawan jenis

Di dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin).” (HR. Bukhari). Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani dengan sanad hasan)

Jika memandang saja terlarang, tentu bersentuhan lebih terlarang karena godaannya tentu jauh lebih besar.

Salah Kaprah Dalam Bercinta

Tatkala adab-adab bergaul antara lawan jenis mulai pudar, luapan cinta yang bergolak dalam hati manusia pun menjadi tidak terkontrol lagi. Akhirnya, setan berhasil menjerat para remaja dalam ikatan maut yang dikenal dengan “pacaran“. Allah telah mengharamkan berbagai aktifitas yang dapat mengantarkan ke dalam perzinaan. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesugguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra’: 32). Lalu pintu apakah yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah dengan memandang, zina lisan adalah dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan, lalu farji (kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya. Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu tidaklah bisa dirayu untuk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok yang masih suci dan belum ternodai. Setan pun bergembira atas keberhasilan usahanya…

Iblis, Sang Penyesat Ulung

Tentunya akan sulit bagi Iblis dan bala tentaranya untuk menggelincirkan sebagian orang sampai terjatuh ke dalam jurang pacaran gaya cipika-cipiki atau yang semodel dengan itu. Akan tetapi yang perlu kita ingat, bahwasanya Iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan semua manusia. Iblis berkata, “Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Shaad: 82). Termasuk di antara alat yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia adalah wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah Iblis tidak berhasil merusak agama seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran cipika-cipiki, mungkin cukuplah bagi Iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan, terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama seperti dengan pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, miss called atau SMS pacarnya untuk bangun shalat tahajud dan lain-lain.

Ringkasnya sms-an dengan lawan jenis, bukan saudara dan bukan karena kebutuhan mendesak adalah haram dengan beberapa alasan: (a) ini adalah semi berdua-duaan, (b) buang-buang pulsa, dan (c) ini adalah jalan menuju perkara yang haram. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Pasti ada yang tanya…

kalo nggak pake pacaran, gimana dong kita bakal mengenal calon istri kita?

Tenang, masih ada lanjutannya kok.
Aku akan bahas tentang Ta’aruf menjelang pernikahan di postingan berikutnya.
Sabar nggih…

Wallahu a’lam bish-shawab.
Semoga Allah memuliakan kita karena kita telah memuliakan-Nya dan mencintai-Nya.

36 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    Yogha Asmara W (0511033024) berkata,

    15 April, 2008 @ 4:16 pm

    ya bagus bgt dalam kisah antum . seperti crita ana yang dahulu. tapi yang jelas qt konsukensi untuk menjalankan agama. jadi blajar agama hal yang harus diwajibkan. syukron

    ghaniarasyid answers :
    Syukron, akhi. Memang, istiqomah adalah hal yang tersulit dalam mengamalkan Islam. Semoga kita sama-sama diberi istiqomah dan tetap lurus pada jalan Allah. Jazakumullah. Syukron antum udah mampir.

  2. 2

    Hasan Seru berkata,

    15 April, 2008 @ 8:40 pm

    wah2… aku kayaknya dah melanggar. Dah boncengan sama perempuan, sms-an sama cewek, knalan.. kyaknya setan2 dimana2 yaaa? Dah pernah pacaran, 3x lebih… huh…

    tapi begitulah, kita kudu bener2 bisa jaga hati dan pandangan.

    aku lagi proses menuju lebih baik lagi, Hasan yg lebih baik lagi….

    ghaniarasyid answers :
    yah… namanya juga proses belajar, mas. Kan kalo nggak berbuat salah namanya nggak belajar. Tapi abis tahu itu salah, harus memperbaiki diri dan nggak ngulangi lagi. Ya, bener mas. Apalagi di TL kan banyak akhwatnya. Hehehe.

  3. 3

    Kiki Ahmadi berkata,

    16 April, 2008 @ 1:39 am

    : )

    no komen deh soal ini…

    sensitiph..

    hehehhehe

    great writing by the way

    ghaniarasyid answers :
    ya. Aku tahu kok Ki’. Itu ilmu syariah Islam yang aku utarakan di blog. So, take it easy. Pilihan ada padamu. Saya tidak berhak mencampuri. Tetep semangat ya!

  4. 4

    myviolet berkata,

    16 April, 2008 @ 8:46 am

    kwakakaka…….
    maslaah itu lagi ya….
    klo mau tanya tentang masalah itu..
    jawaban tiap orang pasti beda jawabna..
    klo leh jujur…
    dulu aku rasa perlu
    tapi sekarang akayakanya nggak lagi deh…..
    coz kalo itu dilakukan…ntar pas yang itutuu….
    pas walimah.. jadi ga ada yang surprise…coz dah pernah ngerasain…..

    ghaniarasyid answers :
    ya, begitulah mas… nggak bisa nanggepin panjang lebar. tunggu postingan selanjutnya.

  5. 5

    Wiwin berkata,

    17 April, 2008 @ 6:51 pm

    Wah, temen2 aq udh bnyk yg langgar tuh. Gmana y? D masa puber kyk gini emang bnyk godaannya. Trmask pacaran. Apalagi d tv, acaranya pacaran smua. G ada yg mendidik!

    ghaniarasyid answers :
    dan… mbak Wiwin adalah salah satu yang hatinya telah tersentuh. Tetep istiqamah ya, mbak. Dunia itu hanyalah sementara, kampung akhirat-lah yang lebih utama. Hidup ukhti Wiwin!

  6. 6

    myviolet berkata,

    18 April, 2008 @ 4:52 am

    TAMBAHI LAGI AH… MUMPUNG POSTINGANNYA BELUM DIGANTI…
    KLO SECARA ISLAM
    PACARAN TIDAK PERLU
    TAPI KALO LE NANYA SAMA YANG SUKA NONGKRONG DI PINGGIR JALAN YA JAWABANNYA PASTI PERLU
    ALASANNYA UNTUK MELIHAT KECOCOKAN ATO MENCARI YANG PAS..

    ghaniarasyid answers :
    yah… emang gitu mas. Islam kan sebenernya nggak cuma shalat dan puasa… Islam tuh mengatur semua sisi kehidupan. Semoga Allah memuliakan kita karena kita telah memuliakan Dia dan agama-Nya.

  7. 7

    bebek cekcih berkata,

    22 April, 2008 @ 8:25 am

    waaaaah,,
    temanya masih tentang relationship yach?
    hohohoho,,

    ghaniarasyid answers :
    ya kan ini masih masalah yang populer. Buktinya mbak Anggi’ masih nyempetin ngasi komen. Hehehe.

  8. 8

    maharani berkata,

    25 April, 2008 @ 1:19 pm

    salam, bagus seh…satu penulisan yang menarik untuk semua yang masi gak ngerti…teruskan menulis….aku suka penulisan kayak gini…ok
    wasalam

    ghaniarasyid answers :
    Wa’alaikumussalam. Syukron, ukhti.

  9. 9

    agungfirmansyah berkata,

    27 April, 2008 @ 11:50 pm

    btw, klo nyang ini…
    ane percaya dah klo ente jagonya…

    Tp nek sing ta’aruf menjelang nikah, apa ente dah pernah nyobain?? :grin:

    ghaniarasyid answers :
    Hahaha. Belum. Soalnya masih belum lulus kuliah, akhi. Belum siap nikah. Hehe.

  10. 10

    Ahli kubur berkata,

    28 April, 2008 @ 11:18 am

    Assalamu’alaikum wrwb!
    Ya,ana jg prnh mengalami,tapi emang bgitulah episode hidup manusia!
    Dah diatur ma Allah!Tapi yg penting_:”dosa besar adalah dosa yg pabila dah tau,masih tetap mengerjakan!”>taubat.

    ghaniarasyid answers :
    Wa’alaikumussalam. Bener sekali…

  11. 11

    presty larasati berkata,

    29 April, 2008 @ 2:46 pm

    g mbaca postingan langsung jawab judul :
    G PERLU!!!! :lol:

    ghaniarasyid answers :
    Hehehe. Yup!!!

  12. 12

    deanet berkata,

    29 April, 2008 @ 3:27 pm

    wiw … i’m going on islamic blog ..

    assalamualaikum …

    perlu atau tidak, yg jelas saya perlu tidak tahu :D

    ghaniarasyid answers :
    Wa’alaikussalam. Tenang aja. Ini cuma blog kok. Nggak menakutkan. Hehe. Saya cuma memberikan sesuatu yang “disentuh” oleh Islam.

  13. 13

    deanet berkata,

    29 April, 2008 @ 3:36 pm

    ic ic …

    kulo sampun maos … :D

    dan untungnya pacar saya skarang adalah tux si pinguin lucu imut … .)

    thx Good

    ghaniarasyid answers :
    Ahahaha. Sampeyan ini bener-bener kreatip berkata dan ngehack!! Hehehe

  14. 14

    emutZ berkata,

    30 April, 2008 @ 9:15 am

    ehmmm
    sbnrNa em9 9ak pnt9 c
    tp kan wlopn 9ak pcrn, qt mezti ter9oda m akhwan y9 laen?
    apl9 qt msi skull at0 kul
    tyuz 9mn dunk???
    uhh99hh. . . . .
    susah y jd muslimah sejati??
    hikzZ

    ghaniarasyid answers :
    Ya. Apalagi aku, di kampus malah jumlah cowok : cewek = 1:2,5. Yang paling penting adalah selalu mengingat Allah akan bahaya-bahaya di atas. Insya Allah kalo niat kita ikhlas demi mencari ridha Allah, bisa kok.

  15. 15

    achoey sang khilaf berkata,

    30 April, 2008 @ 8:35 pm

    ah mending jangan pacaran
    dulu ka2 terbiasa lakukan itu
    gersang dik
    makin jauh makin lupa
    bahaya
    segera nikah aja!

    ghaniarasyid answers :
    Oke… akhi. Tapi belum ada calon nih. Carikan dong. Hehehe

  16. 16

    riyee ahayy berkata,

    1 Mei, 2008 @ 9:47 am

    hehe. tema ini tema inii.. bingung juga nii muk komen apa. ak pernah skali pacaran n alhamdulillah sehat2 ajj t pcrn kita.. lha gimana gg sehat? ketemu ajj jarang. hhehe. tapi, good writing d.. salut d ak sama tulisan nii.. hhihi. smuga dgn baca tulisan ni ak jadi tambah baik d.. hhihi.. X) thx vo review kak..

    ghaniarasyid answers :
    Hehehe. Syukron too.

  17. 17

    Kishin berkata,

    1 Mei, 2008 @ 12:41 pm

    Saya tidak setuju
    pacaran itu perlu…
    dengan belum pernah pacaran bukan berarti pacaran itu salah..
    dengan pacaran banyak hal yang bisa dipelajari
    termasuk bagaimana menundukkan ego terutama bagi kaum adam..
    Jadi pacaran dulu baru bisa bilang bagus jeleknya..
    kalau baru coba satu mana boleh berskesimpulan?
    ada yang pacaran berkali2 tapi g belajar2, cuma seneng2 doank..
    tapi ada juga yang memanfaatkan untuk pengembangan spiritualitas..
    kalau pengertian yg anda maksud ttg pacaran cm seneng2 n ‘remang2′ doank..
    berarti saya setuju dengan anda, tapi kalau dalam arti luas, pacaran merupakan tahap pembelajaran yang harus dilewati..
    -Love is My Worship-

    ghaniarasyid answers :
    Ya, silahkan. Itu hak Kishin kok. Yang saya ulas di sini adalah pandangan Islam tentang menyikapi pacaran. Jadi, ini masalah internal dalam Islam dan orang-orang di dalamnya. Take it easy bro. Bagimu agamamu, bagiku agamaku.

  18. 18

    nenyok berkata,

    1 Mei, 2008 @ 10:56 pm

    Salam
    Biar aman, tenang dan tentram pacarannya sudah menikah aja ya :)

    ghaniarasyid answers :
    Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
    Ya, bener
    :D

  19. 19

    zaki berkata,

    2 Mei, 2008 @ 10:39 pm

    Pacaran perlu deh……..
    DENGEN iStRi YANG SUDAH DINIKAHI

    ghaniarasyid answers :
    iya!!! betulll!!!
    :)

  20. 20

    Chiw berkata,

    9 Mei, 2008 @ 1:17 am

    menurut saya kok perlu ya… :lol:

    ghaniarasyid answers :
    Ya… itu kan kembali ke kita, Chiw. Terserah. Hakikat sebagai manusia.
    :)

  21. 21

    manzZ berkata,

    9 Mei, 2008 @ 1:48 am

    Pacaran tujuannya lebih cenderung kepada kenikmataan sesaat, zina & maksiat. Identik dengan jln2 asyik berdua, nnton, bermesraan & bercumbu. Sama sekali tidak ada porsi tentang persiapan reel untuk hidup. Bahkan pacaran cenderung bohong & menipu. (bagaimanapun pacaran tidak harus di judge selalu buruk, tapi tergantung dari cara atau metoda pacaran itu sendiri). Nuhun..

    ghaniarasyid answers :
    Yoi mas. Ini pandangan Islam aja dalam menyikapi pacaran. Selebihnya terserah yang melakukan
    :)

  22. 22

    jenggo berkata,

    9 Mei, 2008 @ 9:25 pm

    pacaran kayakNya bukan hal yang tabu lagi…sekarang anak SD ajah udah pacaran…bisa disebut cinta monyet…menurut akuh pacaran perlu dech…emang cih ada yang bilang ‘cinta tidak selalu sejalan dengan jodoh,tapi jodoh sejalan dengan cinta’,,,tapi kalo Qta gag berusaha nyari jodoh dengan pacaran..bisa” jadi “bujang LAPUK”,,,

    ghaniarasyid answers :
    Dan… itu kembali lagi pada diri kita masing-masing. Terserah bagaimana menyikapinya :)

  23. 23

    ovi_kun berkata,

    11 Mei, 2008 @ 4:47 pm

    wah2!!!!

    speechless aq bacanya…….

    kalo menurutku pacaran tu gpp,
    asal masing2 bisa saling jaga diri aja….

    that’s all

    ghaniarasyid answers :
    Semuanya kembali pada hakikat manusia. Tapi alangkah baiknya kalo kita yang Muslim ini berjalan di jalan yang sudah digariskan Qur’an dan Hadits :)

  24. 24

    riza berkata,

    12 Mei, 2008 @ 7:07 pm

    postingan keren… ini konsep dari Yang Maha Mengetahui perkara paling pas buat makhluknya. Kalau ga boleh pacaran, pasti itu yang terbaik dan kalau dilanggar pasti banyak mudhorotnya. Perasaan banyak contoh kasusnya ya.

    ghaniarasyid answers :
    jawaban yang sangat bijak dar Mbak Riza, alumni ITS :D

  25. 25

    gunawan berkata,

    13 Mei, 2008 @ 2:54 pm

    pacaran sih menurut saya sah aja, tetepi harus bisa seimbang (balance) antara si cowok dan sicewek, seperti halnya dalam mentracktir sang pacar.., jangan si cowok melulu..ini akan berdampak negatif karena tidak ada yang dihasilkan dari pacaran tersebut, sehingga si cowok menuntut hal2 yang aneh dari si cewek, misalnya ciuman dan sebagaianya yang bisa mendekatkan zina, yang tidak bisa di tolak oleh si cewek karena ia sudah banyak makan uang sicowok ( ini Fakta yang terjadi dikehidupan di sekitar kita ).

    ghaniarasyid answers :
    Syukron atas pendapatnya :D .
    Yang penting adalah semuanya kembali pada diri kita masing-masing.
    Apabila kita memang ingin menyempurnakan ke-Islam-an kita, maka sungguh indah bila kita mengikuti apa yang telah dituntunkan agama Islam :) .

  26. 26

    firman berkata,

    13 Mei, 2008 @ 3:11 pm

    Yang perlu sekarang ini adalah cari uang dulu yang banyak, klo dah kaya lo bisa pilih
    cewek mana yang mana lo mo, seperti beyond c atau sejenisnya, then jika lo mo nikah
    tuk yang kedua please choose your choice, seperti Aa gim ha ha..

    ghaniarasyid answers :
    Tulisannya yang bener “Beyonce”, mas :mrgreen:
    Iya, syukron. Jawaban yang bijak :D .

  27. 27

    @ndea berkata,

    13 Mei, 2008 @ 9:18 pm

    Ak ndri prnah pcrn,tp tu dlu,en Alhamdulillah skr9 dah 9a,coz pacaran bnyk ru9iny,lebh2 bwt cewek,
    Ak yakin 9a hny lwat pcrn Qt bs dpt pndampin9,,
    Klo Qt brjalan d9n tuntunan Qur’an n hadis,pasti da jalan y9 lbh baik bwt dpt
    pndampin9 y9 terbaik bw Qt

    ghaniarasyid answers :
    Subhanallah, ukhti :D
    Semoga ukhti menjadi pioneer kembalinya anak-anak muda Islam kita ke jalan yang udah dituntunkan oleh Qur’an dan Hadits.
    Intinya, jangan takut nggak dapet jodoh.
    Allah pasti udah mengatur semuanya.
    Kita tinggal berdo’a dan berusaha lewat ta’aruf :)

  28. 28

    Lu2 berkata,

    14 Mei, 2008 @ 6:44 pm

    Akhi
    Bleh minta saran,,
    Ikhwan yg lg dket ma ak,msh pngen skolah,jd buat nkah msh jauh,pdhl ak g mau klo te2p hub,wlo cma telp/sms,,mnrtku itu sma aja ky pcrn wlo g ktemuan,bner g?

    ghaniarasyid answers :
    Kalo menurutku, tergantung isi sms ato telponnya gimana.
    Kalo isinya “rayuan pulau kelapa” :mrgreen: yang mendayu-dayu ya bisa dikategorikan udah berkhalwat.
    Boleh-boleh aja, tapi isi dari sms sama telpon tadi yang paling penting, harus bisa menjaga diri karena bukan mahrom kita.
    Untuk lebih lengkapnya, silahkan cari referensinya di…
    http://muslimah.or.id dan http://jilbab.or.id
    Insya Allah di sana ada banyak sekali penjelasan tentang apa yang ukhti bingungkan selama ini.
    Barakallahu fiikum :)

  29. 29

    Lu2 berkata,

    14 Mei, 2008 @ 9:31 pm

    Mksh bwt referensi ny,,

    ghaniarasyid answers :
    Wa iyyakum, ukhti :D

  30. 30

    natazya berkata,

    15 Mei, 2008 @ 1:53 am

    karena pada akhirnya hal seperti ini tidak bisa dibilang perlu atau tidak perlu…

    atau sebaliknya ya, perlu dan tidak perlu tidak akan sama tergantung siapa orangnya

    pacaran bukan karena perlu, tapi karena mau hehe

    ghaniarasyid answers :
    Dan saya bingung terhadap tulisannya Mbak Tasya :mrgreen:

  31. 31

    GR berkata,

    15 Mei, 2008 @ 2:44 pm

    Beruntungnya saya sudah lepas dari lingkaran zina si mantan pacar.. Subhanalloh..

    Taaruf itu lebih baik dibanding pacaran..

    Tul kan, ghan? ;)

    ghaniarasyid answers :
    Betul mas!!! :D

  32. 32

    wong alit berkata,

    15 Mei, 2008 @ 7:02 pm

    pacaran dalam kontek kekinian memang sudah bertentangan dengan norma ketimuran apalagi kalau kita membandingkan dengan anjuran agama mungkin sudah jauh berbeda pemaknaannya.

    ghaniarasyid answers :
    Yup, betul!! :D
    Itu adalah salah satu cara untuk menghindari hal-hal yang nggak dibolehin agama… dan aku memilih untuk nggak pacaran. Mending setelah nikah aja :)

  33. 33

    Alifa El-Khansa berkata,

    17 Mei, 2008 @ 2:29 pm

    Hm… Subhanallah, bagus banget neh artikelnya…

    Mo dikit nanggepin temen-temen di atas neh…

    Dipandang dari manapun, pacaran tuh baeknya cuma seperseratus persen… Kalo kita bilang dengan pacaran kita bisa kenal cowok, wups… salah besar deh! Coz pas pacaran, yang ditunjukin pasti sisi baeknya doang kan?! Mana ada seh yang mau nunjukin sisi buruknya ke pacar? Bisa-bisa ditinggalin pacar deh, trus nggak jadi nikah… hehe…Hayo…Masih tetep pengen pacaran?!

    Trus kalo kita mo bilang pacaran buat ngenal kepribadian seorang cowok/cewek, nggak bener juga tuh! Nyatanya, seberapa banyak kita pacaran nggak jadi jaminan kita kenal dengan kepribadian seorang cowok/cewek. Buktinya banyak yang bolak balik pacaran tapi nggak tau tau banget dengan dunia cowok/cewek. Yang ada malah pegang sana-sini terus berdosa deh…

    Ane sebagai seorang sarjana psikologi (fresh graduated, euy!), insyaAllah tau tuh kepribadian cowok walo nggak pernah pacaran. Taunya darimana? Ya dari buku2 lah… Buku itu kan ilmu lagi!!! cari di buku-buku psikologi pasti banyak! Trus kita juga bisa tanya2 ke bokap or sodara cowok kita. Kalo nggak punya juga, cari donk di internet. selama kita mau berusaha, pasti ada jalan. Nggak harus melalui cara-cara yang dibenci Allah kan, kayak pacaran gitu lho!!!

    Kalo mau tau seratus persen kenal cowok ya caranya cuma nikah lagi! udah halal, dijamin kita bakal jadi cowok/cewek dewasa yang bisa nerima orang apa adanya, nggak rese cari-cari tau sebelum merried. Ya nggak?! selain itu, dengan merried you bakal pahala romantis2an dengan suami/istri you. Hm… nikmat bukan?! :) So, sekarang beranikah dirimu menikah?

    The point, stop pacaran before merried :)

    raihlah cinta dengan suci, maka surga juga akan datang kepada kita tanpa diminta.

    -peace-

    ghaniarasyid answers :
    Syukron atas tambahannya, ukhti… :D
    Jazakumullah :)
    Kalo yang pertanyaan ukhti, “beranikah dirimu menikah?”
    Ane jawab “berani”.
    Tapi masalahnya, ane belum punya calon nih :mrgreen:
    Ta’arufnya belum jelas sama siapa :P
    Wah, e-mailnya bernama “hawariyunnisa”… Subhanallah.
    artinya kurang-lebih “perempuan yang lurus/baik/pengikut di jalan Allah”

  34. 34

    semrawut berkata,

    18 Mei, 2008 @ 1:45 pm

    klo jantan, langsung lamar aja.. hehe..

    ghaniarasyid answers :
    Iya :D

  35. 35

    r i a n a berkata,

    29 Juni, 2008 @ 11:45 pm

    ohh..
    smsan m lwan jnis t hram t????
    brarti ak ud dosa gtu iah????

    klo mslh pcaran c,,ak kontra jga..
    kta p2h,cwo t sbagian bsar sm ajj..
    tengss dad,u let me know d fact bout those aliens from mars..hheu

    syukron..
    postingannya strenghtened my faith 4 more x)

    ghaniarasyid™ answers :
    Lihat dulu konteksnya.
    Kalo sms-an ato telpon yang tiada guna ya tentu saja ndak bermanfaat.
    Misalnya ngrayu ato ngegoda :mrgreen:
    Yang ndak bermanfaat itulah yang nantinya jadi haram :(
    Wah, Riana punya pemikiran gitu juga. Subhanallah…
    Wa iyyakum :)

  36. 36

    laras berkata,

    1 Juli, 2008 @ 1:12 pm

    aku baru tau klo smsan m lawan jenis tu haram.
    tapi kita liat dulu seperti apa yang kita ucapkan.
    kalau kita smsannya lebih menambah keimanan gimana…….?

RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda