Hannah Bond, 13, died as a suicidal emo girl
And if your heart stops beating
I’ll be here wondering
Did you get what you deserve?
The ending of your life
And if you get to heaven
I’ll be here waiting, baby
Did you get what you deserve?
The end and if your life won’t wait
Then your heart can’t take this
Have you heard the news that you’re dead?
No one ever had much nice to say
I think they never liked you anyway
Oh take me from the hospital bed
Wouldn’t it be grand ain’t it exactly
what you planned
And wouldn’t it be great if
We were dead
Oh ..Dead!
- Dead!, My Chemical Romance
R.I.P. after hanged herself : Hannah Bond, 13
Na’udzubillahi min dzaalik.
Hannah Bond, seorang gadis remaja berusia 13 tahun asal East Peckham, Kent, Inggris Raya, tewas gantung diri pada 7 Mei 2008 lalu di kamar tidurnya. Dia diketahui sempat masuk dan berhubungan erat dengan aktivitas internet (milis) dan komunitas “The Black Parade“ yang bertemakan self-harming yang merupakan ciri khas dari kultur emo yang sekarang ini sangat digandrungi oleh remaja belasan tahun, mengusung inspirasi dari nama album terbaru dari grup band alternative/post-hardcore asal New Jersey, AS, My Chemical Romance (MCR). Padahal komunitas asli dari MCR sama sekali tidak merujuk untuk melakukan self-harming.
Hannah with her emo gears
Bahkan, Hannah juga diketahui pernah memotong nadi sebagai bentuk inisiasi yang dilakukan komunitas emo. Di atas itu semua, Bond juga dikenal sebagai penggemar berat MCR. Isu seputar kematian dan depresi memang banyak diangkat dalam lagu-lagu emo. Seperti tema album terakhir MCR, The Black Parade. Ungkapan The Black Parade merujuk pada lokasi berkumpulnya arwah setelah meninggal. Pada malam sebelum kematiannya, Hannah bertengkar dengan ibunya karena tidak diperbolehkan menginap di rumah temannya. Setelah itu, Hannah berkata pada ibunya bahwa dia ingin bunuh diri saja.
…to join The Black Parade
Diunduh dari Jawa Pos Online dan The Sun Online dengan beberapa perubahan sebagai bentuk simpati dari seorang mantan “emo boy”, Sabtu 17 Mei 2008 pukul 18.03 WIB.
______________________________________________________________________________
Artikel di atas membuatku merinding, sesak nafas, sedih
. Beginikah jadinya anak muda saat ini? Terprovokasi sedemikian mudahnya dengan ajakan kelompok-kelompok jahat yang mengatas-namakan sebagai geng yang terinspirasi oleh sebuah band yang mengusung lirik dan musik emo? Hah??!!!
Padahal Hanna masih sangat muda, 13 tahun. Masih terbentang luas dunia untuknya, untuk belajar, untuk menjalani kisah-kisah indah, untuk menambah banyak teman juga. Tapi takdir mengatakan lain, dia terbunuh oleh hasutan kelompok jahat tadi
.
Maaf, aku agak emosional menanggapi hal ini. Artikel itu bener-bener mengingatkan aku pada masa lalu. Saat aku masih jadi emo boy (semester 2 sampe semester 4 dulu). Aku saat itu juga sangat depresi saat IP-ku hancur dan masalah dengan seseorang yang aku cintai tapi selalu tertolak.
Alhamdulillah, aku bisa menguasai diri, aku pendam dalam hati kemarahanku pada diriku sambil menikmati musik-musik emosionalnya MCR, Taking Back Sunday, Fall Out Boy (album From The Under Cork Tree), Alesana, The Used, Funeral for A Friend dan Alexisonfire. Aku emo-nya cuma sampai menggoreskan kata-kata makian + kutukan pada diriku sendiri dan paling parah sambil membenturkan kepala ke tembok sampe kira-kira agak berdarah (gila ya, aku dulu
). Bisa dilihat di sini, maaf nggak bisa hanya satu postingan karena tidak mewakili ke-emo-anku saat itu.
Ini adalah statement emo-ku dulu, sebuah emo manifesto…
Emo?
is it really that bad?
you can’t accept the fact
that I get a little sad?
that I am a little mad?
so I favor black
and I don’t like pink
you use those as reasons
to make my soul sink
so some of us cut
and some of us don’t
we can smile,
laugh, love, and live
we’re just not like the rest
sure we cry
we want to die
but none of you understand
it’s not like we had planned
to live life like this
to spend our days
depressed and amiss
we’re not bad people
we don’t worship satan
we’re not out to kill anyone
we just don’t like the world
as much as everyone else
and we don’t like ourselves
as much as we could
but we’re OK with that
you can call us ugly
you can call us fat
but you can’t change who we are
we are emo
what’s so wrong with that?
Dan Alhamdulillah, mulai semester 5 dan 6 ini aku berhasil dekat dengan Allah lagi. Puncaknya saat nangis sejadi-jadinya abis baca tafsiran dari surah Al-Fajr yang dibaca sama Aisha setelah Maria Girgis meninggal dunia (versi novel dari AAC). Saat itu, aku bersumpah, nggak akan lagi melupakan Dia yang menggenggam nyawaku
. Baca penjelasannya di sini.
Oke, setelah membaca artikel tadi dan review kisahku di postingan ini, aku harap anak-anak yang kena pengaruh kultur emo di Indonesia ini nggak bertindak bodoh dengan self-harming, bahkan membunuh dirinya sendiri. Jangan sampai kematian Hannah Bond terulang lagi bahkan terjadi di negara ini. Indonesia membutuhkan kita yang masih muda ini untuk terus maju dan berjuang mengatasi keterpurukan.
Okelah, musik emo nggak apa-apa.
Tapi jangan meniru apa yang ada dalam lirik-lirik lagu itu!!!
Jadikanlah lagu itu penyemangat kita!!!
Pahami liriknya, resapi, jangan ditelan mentah-mentah!!!
Band-band yang kita anggap emo itu nggak bermaksud merujuk kita untuk self-harming, emo boys and girls!!!
haircut of emo boys and girls
Long live emo boys and girls!!!
Don’t waste our life with sadness and misery!!!
We must keep survive!!!
World’s in our hand!!!






nekhrophone berkata,
17 Mei, 2008 @ 9:46 pm
aku ga sadar kalau ternyata selama ini model rambut ku itu…??? emokah diriku???
kalau hanya gara gara konsep idealisme mereka bela mati matian, nyawa di relakan, di jadikan tumbal…
bagaimana dengan Anda? Saya? dan Mereka yang katanya generasi dakwah yang selalu teriak teriak kebenaran atas nama dakwah, atas nama kebenaran, tapi menghalalkan nyawa orang lain yang berlawanan akidah dari mereka untuk di jadikan tumbal.
natazya berkata,
18 Mei, 2008 @ 12:39 am
yang benar saja… emo dan bunuh diri? ough… come on! life is too precious! even when committed suicide is not a sin, still it is wasteful! musik ko buat bunuh diri! aaaaaah… payah!!! dengar lagu itu memang harus pakai akal sehat!
*blom ada kabar yang bunuh diri karena dengar lagu indonesia yang dibunuh cinta kan ya? huehuehuehue
emo? get a life! :p
alex® berkata,
18 Mei, 2008 @ 1:37 am
Hehehe….
Itu sama seperti masa aku muja Kurt Cobain sampai mau mati muda juga.
Cuma… Hannah itu lebih labil lagi dengan usia semuda itu
*miris*
riza berkata,
18 Mei, 2008 @ 9:43 am
Hannah pasti kecewa berat setelah terbangun di alam kubur dan melihat sosok menyeramkan malaikat yg belum pernah diketahuinya di dunia….
pasti jadi penyesalan yang tak berujung
naudzubillah min dzalik
GR berkata,
18 Mei, 2008 @ 3:17 pm
Mangkanya aku ndak suka musik emo, abis nggak jelas sih musikna… *tp skg rambutku malah kyk emo. nah lho?*
yah.. semoga saja influences musik emo di indonesia nggak separah kasus diatas…
Kasian anak2 muda kita, mental&emosinya masih labil…
vinni berkata,
18 Mei, 2008 @ 3:49 pm
ehm … masa sih sampe sgituny …. ???
saiia ajh fans beratny MY CHEMICAL ROMANCE gk kepikiran kya gtu …
lgiaan apa untungny BUNUH DIRI …??
saiia blum siaapppn … lgian saiiia blum bsa jdi muslim yg taat ..
saiia jga blum bsa ktemu sama MY CHEMICAL ROMANCE
Chiw berkata,
18 Mei, 2008 @ 5:46 pm
jangan sampai terjadi Geodesi jilid 2 ya Ghan… *berdoa khusyuk*
wimpo berkata,
18 Mei, 2008 @ 8:43 pm
wat a..#@%^?????
i am having speechless reading your posting..
have no idea bout that>>>>
i dont even think before..that emo’s movement has been growing like that…coz..i dont really like ‘emo’…
i dont believe too that you an ex-emo-boy
hihihi xp
hannah bond..blum dewasa..she’s not wiser enough..for holding the new pattern in her life..i think…
she cant controll herself…
menurutku itu bukan apa yg dinamakan ‘fans’ (the trully meaning of it)
but..she’s obsessed!!!
she’s crazy about emo!!!
GILA!!!
itu juga bukan salah MCR ny kali…
juga bukan salah hannah juga…
nothings wrong!!!!
just hannah is not ready yet…for having ‘emo’ in her life!!!!
GILA!!!SEREMMM!!!! ghan…
kasian ibunya Hannah ya…
her mom definetely feels blamed by her daughter dead!!!
kasian!!!!!
nenyok berkata,
18 Mei, 2008 @ 10:32 pm
Salam
Sayang ya terlalu muda dan mudah untuk mati, **miris** kalau mau yang aman dengerin aja instrumental dari guitarist Joe satriani, siip deh
masbadar berkata,
19 Mei, 2008 @ 9:14 am
Inggris itu negeri 1001 klenik, tetapi tetap sama saja, industri berperan nomor satu untuk menyuburkannya. Musik semacam yg ente bahas di sini tetap bagian dari bisnis mereka untuk bertahan hidup mengisip perut, perkara respons fansnya itu gak penting, yg penting cd dan kaset terjual, promosi lancar, pernak-pernik dan aksesories atau apalah namanya juga mendukung penghasilan mereka, begitu juga royalti. Gak beda dengan budaya mereka, budaya klenik, lihat aja film hari potter..dan sebagainya.
Salam kenal aja buat ente yg udah mampir di blog ane..
Elys Welt berkata,
19 Mei, 2008 @ 12:36 pm
duh .. masih muda banget ya
Hasan Seru berkata,
19 Mei, 2008 @ 2:07 pm
what are you talking about? mboh gak ro, ghan… aku ngertine elvi sukaesih, rhoma irama, elia kadam… heheee
achoey sang khilaf berkata,
21 Mei, 2008 @ 9:51 am
ehmm
Alex berkata,
21 Mei, 2008 @ 11:33 am
ass.
masa2 remaja memang rentan dan masih labil karna proses mencari jatidiri, tak kecuali sy dulu semasa remaja. Alhamdulillah Allah menunjukkan jalan-NYA. Moga semua kita kembali pada-NYA. trus terang sy sedih membaca kisah ini. tdk berbeda sih dgn remaja kita saat ini (yang ngefans berat dgn group2 band). moga kawan-kawan remaja kita semua mendapatkan jalan-NYA.
aRuL berkata,
21 Mei, 2008 @ 6:40 pm
parah juga tuh kisahnya..
eh sy baru tau emo itu lho
yah sebenarnya kita harus saling mengingatkan
yanti berkata,
21 Mei, 2008 @ 7:31 pm
Assalaamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Hanya orang-orang tetap berpegang pada NYA yang akan selamat…
Semoga para orang tua… sangat gigih… mengenalkan pada putra-putrinya… “pegangan pada Allah” ini…dan semoga… kita selalu dilindungiNYA untuk melakukan hal-hal yang beelawanan dengan tuntunan.
Saya bersyukur… nanda dapat mengatasi persoalan ini… hmmm kelak… “tantangan” ini akan makin beragam… doa bunda… nanda selalu dan selalu dapat “menang” dalam “tantangan” itu… seperti saat ini…. Amin
neorhazes lagi vakum berkata,
21 Mei, 2008 @ 9:12 pm
when i was a young boy..
ma’ father took me into the city
to see a marching band..
he said,
“son when you grown up will you be the saviour of the broken the beaten and the damned?!”
he said,
“will you defeat them your demons and all the non believers the plans that they have made?”
liriknya MCR ini emang filosofis banget (OOT yah?)
…..bapaknya ini seakan memberi tahu kita tentang apa yang akan terjadi di masa depan, di mana akan ada para penguasa yang lalim (demons)..yang akan menghancurkan kaum lemah (broken, beaten), dan kita ditugaskan untuk menghancurkan sistem zhalim itu (will you defeat them…the plans that they have made?)
mengenai hal enee, percaya ndak ama NOVUS ORDO SECLORUM?
inikah makna tersirat dari bait2 pertama lagu “Welcome to the Black Parade”-nya MCR? mungkinkah demons and the non believers nya itu adalah “NOVUS ORDO SECLORUM”?
Tapi kalo liat lirik selanjutnya sih ngga deh.
“..to join the black parade”
gak nyambung aja.. hhe
indra1082 berkata,
22 Mei, 2008 @ 9:07 am
Model rambut sih ok buat tren anak2 muda terutama anak band, tapi kelakuan dan komunitas sesatnya jangan ditiru lah……..
ambil yg baik buang yg buruk
INGATLAH WAHAI GENERASI MUDA INDONESIA
tintin berkata,
22 Mei, 2008 @ 10:17 am
lam kenal … makanya jangan dengerin lagu . mending dengerin khutbah ta’lim atau dengerin bacaan ayat² al qur’an dengan khusyuk ..
well kenapa kok thread syiahnya ditutup .. ??
well hanya ingin memberikan keterangan dan penjelasanaja .. numpang yah ..
sesungguhnya banyak rekan2x kita yang tidak mengetahui hakikat syiah, mereka ada yang beranggapan mereka bersyahadat, sama dengan kita, tetapi mereka tidak tahu hakikat dibalik aqidah mereka. Mereka membenci sahabat, mereka meyakini qur’an belum sempurna dll ..
sama seperti ahmadiyah .. meski mereka bersyahadat bahwa muhammad rasul ALLAH .. tetapi tetap saja mereka mempercayai mirza yang mengatakan dirinya seutama2x nabi .. naudzubillah ..
so pesan buat para rekan2x .. tolognlah anda ketahui dulu ilmunya ..
ALlohu’alam ..
realylife berkata,
22 Mei, 2008 @ 6:34 pm
ayo berikan yang terbaik dan positif dalam diri kita
tintin berkata,
22 Mei, 2008 @ 8:48 pm
btw .. saya bukan ukhti … saya laki2x ..
http://deconlabel.com/2008/04/28/tintin-perempuan/
jleph berkata,
23 Mei, 2008 @ 10:11 pm
imho, sbenernya yg pnting basic agamany kuat,, jadiny gag gampang trpengaruh utk melakukan hal yg aneh2,,
mengenai emo, saya rasa sebenarnya banyak urang awak yg gag tau arti sebenernya dari aliran emo it sendiri,,
jadinya suka misunderstood gitu,,
ada yang bangga nyebut dirinya emo, padahal cuman rambutnya doang,,
ada yang fotonya dibikin kayak foto hantu, bilangnya itu emo,,
Tea berkata,
24 Mei, 2008 @ 4:24 pm
Wah wah, saya baru tau ada kasus tentang Hannah….
Saya memang masih SMA, kelas 3 tepatnya. Kalau boleh dibilang, saya juga termasuk emo-girl, hehehe, meskipun bagusnya rambut saya ikal dan sayang engga suka pake poni, gatel ke jidat (halah, ga nyambung!). Awalnya saya sendiri engga tau kalau saya itu bisa diklasifikasikan ke anak2 emo tersebut, sampai salah satu sahabat saya bilang gitu. Saya juga cenderung suka musik emo, tapi untungnya saya ga pernah sampai berniat bunuh diri cuma gara2 denger lagu2 begitu. Lagu2 itu buat saya cuma jadi pelarian aja. Yah, mending kan larinya ke lagu daripada narkoba? Hehehe….
Tapi memang…sadar ga sadar semua anak yang disebut emo pasti punya alasan untuk jadi seperti ini, dan bagi yang emang bener2 begitu (i mean, ga ikut2an dengan alasan gaul dsb) pasti mereka sendiri sama sekali engga mau jadi seperti itu. Saya pun begitu. Dulu sih, kira2 tiga tahun ke belakang saya juga sering self-harming. Seneeeeng banget kesannya kalau liat darah gitu. Tapi skarang, udah lumayan tobat sih, hehehe…. Meskipun terkadang saya masih belum bisa menemukan jalan hidup saya lagi seperti semula, namun saya yang sekarang sepertinya sudah bisa kembali menjadi diri saya seperti dulu, yang waras, ga macem2, dan selalu berusaha untuk ngeliat ke depan.
Sebagai mantan emo-girl (yang kadang2 suka masih balik emo-nya) saya seneng banget baca artikel ini. Moga2 ga ada lagi deh emo2 yang lain yang kayak saya gini. Menyiksa sekali soalnya….
Mihael Ellinsworth berkata,
24 Mei, 2008 @ 7:10 pm
“I have my own Identity. Whoever they are, that’ll never change.”
———
Pastinya fanatisme yang menjadikan seorang anak 13 tahun itu meninggal di dalam jeratan tali. Fanatisme ? Seperti slankers yang rela mati dengan umbul - umbul kejayaan band tersebut di dalam peti mati mereka. Anak tersebut memberikan sebuah tribute kepada MCR. Sayang caranya salah.
Lalu, bisa dikatakan mental anak tersebut lemah. Dengan tidak menyoal agama apa yang dia anut, anak tersebut sepertinya labil terlalu cepat. Wong saya yang pernah kena cekcok saat kecil belum pernah berpikir untuk mengakhiri hidup. “Kamu punya hidup hanya sekali. Buat itu berharga.”
Aha, meski saya bukan Emo, tetapi apa yang saya nikmati tidak jauh dari MCR a’la The Black Parade, Linkin Park, dan lagu - lagu instrumental.
~Anak 17 tahun
Mihael Ellinsworth berkata,
24 Mei, 2008 @ 7:12 pm
Errr..XHTML mistakes. May you fix it ?
natazya berkata,
25 Mei, 2008 @ 7:44 am
dikit nambahin ah…
lagu indonesia emang mungkin ga emo sumthing…
tapi yang tentang mati mati banyak sekali
*teringat pada lagu najis tentang dibunuh cinta
heuh…
pLuto berkata,
25 Mei, 2008 @ 2:55 pm
gak isok mbayangNio de sampeyan biyen melu aliran Emo…
gak ono arsip poto ne ta?!?!
mangkaNe rasah mikir tgs bsar sampe prustasi!!!
palagi prustasi gara2 ditolak…
hwehehe
qo kisah diTolak gag diAngkat pisan?
pluTo berkata,
26 Mei, 2008 @ 7:32 pm
biasa ae lah mas, rasah tlalu histeris q numpang ngamen,,,
upz ngomen mksudE…
waduh so deeep…
sANUBriny ITU LHO!!!
[Emo]Harajuku berkata,
19 Juni, 2008 @ 12:34 pm
Live for EMO ! bunuh diri karena EMO? Tolol banget sih? mank si cwe g tau ya klo personel MCR tuh takut ma kematian? g baca sih profileny MCR !
r i a n a berkata,
22 Juni, 2008 @ 2:39 pm
welehh..
pkirannya smpit amitt..
untung ak gg ngerti2 amat basa inggris..
jdi klo dngerin lagu2nya alesana dkk gg nympe yg obsessed&mngamalkannya dlm khidupan shari2 gtu
ther’s gotta be more 2 life!^^
an.gg.un berkata,
23 Juni, 2008 @ 10:11 am
Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wa barokatuh..
salam kenal…Akhiy..
ikut komen…
hmmm…., kekuatan musik…fatal…
makanya ada hadits yang mengisyaratkan kalo musik tu haram…
fatwa ulama bertebaran mengharamkan musik…
soalnya bagi sebagian orang musik itu bisa menyesatkan…
sekedar share pengalaman…
dulu…jaman new metal…(jaman ane masi muda tuh)..
kalo yang seangkatan pasti tau lah korn, LB, hed[pe], slipknot, deftones…dll.
mulai dari pakean sampe bahasa tasyabuh banget ama band2 kayak gitu…mulai dari kata-kata kasar sampe kata-kata jorok(porn)…pun diikutin sebagai bahasa sehari2…
sampe puncaknya saat brian ‘head’ welch (gitaris korn) keluar dari korn dengan alasan ingin kembali kepada agamanya….kristen…(pokoknya alasan relligion), ane pun ga terima saking nge-fans-nya…sampe-sampe bilang “BUT KORN IS MY OWN RELIGION”…astagfirulloh…, Semoga Alloh ta ‘Alaa menerima tobat ane…
makanya…, hati2 dengan musik….,nyanyian….dan syair2, ada sihirnya…..
Sedini mungkin jauhkan saudara2 dan anak2 kita dari hal2 yang nggak berguna…., ajak mereka untuk ngaji/menuntut ilmu syar’i dll.
an.gg.un berkata,
23 Juni, 2008 @ 6:07 pm
Ane Ikhwan…
Na’am an setuju…, menda’wahkan manhaj yang mulia ini dengan cara yang lemah lembut…, karena justru kelemah lembutan da’wah tersebut telah menarik ane untuk memahami da’wah salaf ini….