4th week : working class heroes Minggu, 27 Juli 2008
Posted by ghani arasyid in travel hymn.Tags: catatan, kisah, perjalanan, review
trackback
This is not a puzzle or mainframe
But it’s meant to strengthen your faith
And each time the night falls upon us
We always end up the same
-Cary Us Away, Circa Survive
Subhanallah, pekan ini adalah pekan yang paling dan super melelahkan yang pernah saya alami di Bali. Bahkan lebih melelahkan daripada pekan lalu dimana kami semua yang sedang melaksanakan kerja praktek di DSDP Bali ini diterjunkan untuk survey HI dan manhole di Kuta dan Denpasar.
Bagaimana tidak melelahkan? Mulai hari Senin sampai dengan Sabtu, kami bertiga yang kebagian jatah menjadi drafter Autocad (saya, Ridzky Nanda dan Didit Fitriawan) berada di depan layar PC dan laptop untuk melakukan editing terhadap peta “Sewerage Network Plan of Kuta”. Dan tidak main-main, kami berada dalam pengawasan Pak Yu Wen, konsultan asal Taiwan yang lebih fasih berbahasa Indonesia daripada bahasa Inggris
.
Tapi di antara kelelahan-kelelahan itu ada semacam embun penyejuk yang membuat kami selalu betah berlama-lama di kantor (FYI : kami bertiga bekerja mulai jam 8.30 sampai 18.00 WITA selama Senin-Sabtu). Embun penyejuk itu adalah bahwa kami begitu diterima di sana dan menjadi satu dengan mereka, kami diperlakukan layaknya karyawan mereka. Kami mendapatkan meja kerja sendiri setelah DSDP resmi kekurangan tenaga drafter Autocad setelah mas Adi habis kontraknya hari pada Jum’at pekan lalu. Subhanallah, nikmat Allah azza wa jalla memang tak pernah bisa kita dustakan.
Saya benar-benar menyadari begitu sayangnya Allah kepada kami bertiga (tiga orang ikhwan yang belajar agama dengan manhaj salaf, minus akhi Bagus Tejo yang akan berangkat kerja praktek di PLTU Suaralaya), apalagi setelah kejadian-kejadian yang sungguh menjadi cobaan bagi saya di bangku kuliah semester lalu. Rasanya semua inspirasi dan aspirasi saya sudah kembali ke jalur yang benar, seakan ada sesuatu yang menyentuh qalbu saya. Merasuk ke dalam hati ini. Saya benar-benar merasakan sesuatu yang bercahaya setelah selama tiga bulan terakhir ngaji salaf bersama Didit, Ridzky dan Bagus Tejo. Ada sesuatu yang begitu damai dalam hati ini…
Namun ada satu hal yang masih perlahan-lahan harus saya ubah, yaitu kebiasaan saya mendengarkan musik dan isbalnya celana. Musik masih belum sepenuhnya bisa saya hindari dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saja prolog dari postingan ini yang menggunakan lirik dari band Circa Survive. Untuk isbal, saya sudah meniatkan untuk memotong ujung seluruh celana panjang yang saya miliki hingga di atas mata kaki setelah kembali ke Surabaya nanti. InsyaAllah, jalan yang saya tempuh ini akan selalu saya jaga dengan ke-istiqomahan. Sebagaimana tulusnya para ikhwan dan akhwat salafiyyin yang meninggalkan identitas keduniaan yang begitu menakjubkan di masa lalu untuk kembali pada Qur’an dan As Sunnah… berjalan di atas manhaj salaf. Manhaj yang berpegang teguh pada as salafush-saleh, Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam beserta para sahabat beliau yang mulia dan pengikut mereka yang akan terus ada hingga akhir jaman…
























Lho…!!!
Sapa yang ngasi’ izin memfoto sepeda motor legendaris itu…???
Wah harus bayar ke saya ini…Itu trade mark lho, akhi…
Semoga pengalaman ini bisa menjadi pelajaran yang berharga buat kerja untuk menghidupi anak istri kita kelak…
Didit Fitriawan
assalaamu’alaykum
wah, banyak kerjaannya,,
wah lagi, bekgron di belakang leptop ‘rusuh’ ya..
ehe.
AKU
KANGEN
DENGAN
KALIAN
SEMUA!!!!!!!!!!!!!!!!!!
ahhh…kalian balik ke surabaya, saya yang gantian berangkat.
subhanallah akhi
berkarya terus
semangat terus ya !
W itu plat motor daerah mana? sby kah?
terus semangaaattt!!
yahh.. yg mfoto ga canggih nich !
Katanya motor akh Didit eh, yg lain juga ikut mejeng….
banyak juga yah kerjaanmu saat KP *perasaan dulu sy nggak banyak2 amat
* … semoga sukses deh
wah jadi pengen kerja kayak gituan…….
tapi tetep islam tujuan utama……..
kalo mo liat kode plat kendaraan macam2, di jogja banyak. dari BL – DS ada disini. he..he..
loh koq ngomongin plat
dulu mah waktu saya KP di kantoran jadi gak serumit itu. paling2 cuma naik turun tangga waktu masang kabel jaringan
saat-saat kelelahan yang luar biasa air wudhu menjadi penyejuk raga, sedangkan shalat menjadi pelepas dahaga jiwa
^_^ Terus berjuang… berikan yang terbaik
begitu saja bilang “heroes”.
Ah…, manja kali kau ini….
nyicip tuh kue dong
assalamu’alaikum kak
knapa musik hrus dhindari????
@riana :
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh…
Begini Riana, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak memperbolehkan musik yang sengaja dimainkan oleh manusia. Oleh karena itulah dalam Sunnah beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam, musik adalah sesuatu yang tidak diperbolehkan dalam Islam karena banyak mudharatnya. Yang paling gawat adalah bisa melalaikan kita dalam mengingat Allah gara-gara asik ndengerin musik
Mendengarkan musik dan lagu akan menjerumuskan kepada suatu yang diperingatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya.
Maksudnya, menghalalkan zina, khamr, sutera padahal ia adalah lelaki yang tidak boleh menggunakan sutera, dan menghalalkan alat-alat musik. [Hadits Riwayat Bukhari dari hadits Abu Malik Al-Asy'ari atau Abu Amir Al-Asy'ari]
Tetapi ada pengecualian untuk musik, yaitu pada saat walimatul ‘ursy dan hari raya (Idul Fitri). Itu pun yang boleh dibunyikan adalah rebana dan yang memainkannya gadis kecil yang belum baligh
. Karena dia masih boleh ber-ikhtilaf dengan orang-orang yang bukan mahrom dia…
Begitu penjelsan menurut as Sunnah, Riana. Saya sendiri juga masih belum bisa 100% menghilangkan musik. Tetapi pelan-pelan mulai menjahi dan men-delete file-file mp3 musik yang saya koleksi setelah tahu hukum tentang musik dan nyanyian. Karena ini bukan perkara yang sepele…
Tapi kalo syair masalahnya beda lagi, seperti puisi. Masih diperbolehkan asalkan penggunaannya benar
.
Wallahu a’lam.
Barakallahu fiik, Riana…
Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1668/slash/0
semoga berhasil /!
semangat!
wah sumi gak kasi komen..
nyempetin bentar ah!!!
kok kayake betah betah ae KKL??!
yah latian masuk dunia kerja lah!!
ntar bagi2 tips n trik yg b’manfaat yah mas!!!
semangat Ghan… cepat pulang…