a short story of February Senin, 9 Maret 2009
Posted by ghani arasyid in healing and folk.Tags: catatan, kisah, review
trackback
Bulan February yang lalu adalah bulan terpadat sepanjang sejarah hidup saya. Setelah akhir January “terkapar” karena sakit gejala tifus selama seminggu penuh, rentetan kegiatan langsung menerpa saya mulai awal February. Itulah alasan utama kenapa saya vakum ngeblog begitu lama
. Kegiatan-kegiatan yang luar biasa menyita waktu dan konsentrasi… proposal Tugas Akhir + seminarnya dan tugas Kerangka Acuan AMDAL. Semua itu membutuhkan kehadiran saya secara “offline”, apalagi tema Tugas Akhir saya adalah penelitian di laboratorium. Tapi insyaAllah di sela-sela waktu senggang saya akan tetap menulis, karena seperti yang pernah saya ungkapkan di sebuah kesempatan… blogku adalah harta karunku. Thanks for keep reading this blog

Oxford Street by Andy Mumford
***
If all our life is but a dream
Fantastic posing greed
Then we should feed our jewelry to the sea
For diamonds do appear to be
Just like broken glass to meAnd then she said she can’t believe
Genius only comes along
In storms of fabled foreign tongues
Tripping eyes, and flooded lungs
Northern downpour sends its loveHey moon, please forget to fall down
Hey moon, don’t you go downSugarcane in the easy mornin’
Weathervanes my one and lonelyThe ink is running toward the page
It’s chasin’ off the days
Look back at boat feet
And that winding knee
I missed your skin when you were east
You clicked your heels and wished for meThrough playful lips made of yarn
That fragile Capricorn
Unraveled words like moths upon old scarves
I know the world’s a broken bone
But melt your headaches, call it homeYou are at the top of my lungs
Drawn to the ones who never yawn~Northern Downpour by Panic At The Disco, album Pretty Odd, 2008~




















Waduh, gejala tifus? Penyakit biasa anak kuliahan, terutama yang ngekos…
*untungnya aku belum pernah kena* ^^
keduax
dulu sering kena
sekarang, nggak mau lagi
ternyata sudah lama saya tidak singgah di sini, ah hampir serupa, tapi saya bulan januari, awalnya dikhawatirkan gejala tifus, periksa darah ternyat cuman commen fever
ada betulnya itu pendapat mas Asop!
blogku..mungkin ada ‘one piece’ bagiku…
gak enak kena tifus, musti di rumah lah, ga bisa kesana kemari. badan meriang. lemes. lunglai.
Sudah seminggu lewat ini. Sudah sembuh?
waduh, kok saya ga tau ya??
afwan jiddan ya akhi..
tapi abis SE seneng to??
semangaaaaaaaaaat!!!!
sudah sembuh?
mudah2an sudah.. (kalau belum, syafakallah ya..)
selamat beraktivitas…
sekarang dah sembuh dunk??/
wah lama banget nih M ga maen² kesini,,
kyknya YM udah sering online tuh, post baru dnk
@ Asop:












Saya gag ngekos…
Maklum, kelelahan… abis ngerjain banyak tugas perencanaan bangunan
.
.
.
@ didta:
Gag ada hadiahnya mas
.
.
.
@ andyan:
Mau saya tulari?
.
.
.
@ Mr. El-Adani:
Gag diperhatiin dulu… saya juga kena di January
Maklum, mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
.
.
.
@ bayu200687:
Yosh!
Haki-nya Luffy keluar lagi di Impel Down!
.
.
.
@ produk perlebahan:
Iya
.
.
.
@ jensen99:
Sembuhnya udah sedari February mas
.
.
.
@ alhumairoh:
Hubungannya SE dengan sakit apa?
.
.
.
@ zahra:
Jazakillahu khoir…
Sudah sebulan berlalu kok
.
.
.
@ eMo:
Udah mbak…
Iya, lagi sibuk skripsi
.
.
.
@ andyan:
Bersabarlah menunggu, sahabat
Saya OL lewat hape
Semoga cepat sembuh
Yang sabar yaa
masih sempet ngeblog
Assalamu’alaikum…
masih semangat kan
@ oom rizky:
Sakitnya udah February lalu, tapi masih males ngeblog
.
.
.
@ vaepink:
Alaykumussalam… harus semangat
semangat akh.. kami mendukungmu.. ^^
Jazakallahu khoir
Ujian dan bencana didatangkan Allah untuk penghapusan dosa dan meningkatkan darjat
___________________________________________________________
Bila hati (raja diri) telah ditawan hawa nafsu, maka nafsulah yang menjadi raja. Di waktu itu akal memikirkan bagaimana mencari jalan agar kehendak nafsu itu dapat diluluskan; yang akan dilaksanakan oleh anggota lahir sebagai rakyat.
___________________________________________________________
Orang mukmin kalau dia dihina orang, dia tetap dapat menahan kemarahannya karena dia merasa memang dia adalah hamba yang hina dan tidak ada harga, patutlah dihina.
___________________________________________________________
Membangunkan insaniah manusia, hingga dapat melahirkan hamba Allah yang berilmu dan bertaqwa. Ini memerlukan kesadaran, kefahaman, keyakinan, penghayatan, latihan istiqamah, guru yang bertaqwa dan doa.
___________________________________________________________
Bagus sekali…
Jazakallahu khoir & terima kasih sudah mampir