I write memories, not tragedies Minggu, 19 April 2009
Posted by ghani arasyid in amazing stories.Tags: catatan, kisah, kuliah, renungan
trackback

Hari-hari perkuliahan belakangan ini bagiku terasa sangat hambar.
Bukan karena malas atau sudah merasa sok pintar, tapi terlebih karena semester ini seharusnya adalah semester terakhirku di kampus Teknik Lingkungan (TL) ITS itu.
Ya, keinginan untuk lulus tepat empat tahun semenjak menjadi MaBa nan gundul itu harus tertunda hingga target IPK >3,00 tercapai (diperkuat dengan tidak diluluskannya 12 orang -termasuk aku- dalam mata kuliah AMDAL).
Tapi aku tahu, tak ada yang perlu disesali pada hal-hal yang sudah sangat terlambat untuk diperbaiki (nilai-nilai “parah” di semester 1 & 2).
Karena segala sesuatu yang telah berlalu harus menjadi pelajaran bagi kita agar tak terjatuh lagi.
Harus bangkit dengan penuh semangat, se-semangat saat aku masih menjadi MaBa nan gundul dan begajul™ itu.
Meskipun dulu sempat mengalami hari-hari terburuk di dunia, seakan dalam hari-hari itu seorang Ghani Arasyid sudah mati.
Kejadian yang menyisakan coretan-coretan penuh kemarahan di dinding kamar, juga bekas luka yang mengering dari darah yang menetes dari kepala dan kepalan tangan.
Atau “Lover Aspiration” yang terjadi padaku di tahun 2007 itu, begitu cepat dan terlalu singkat.
Diiringi oleh theme song Math Rock/Experimental-nya band asal Philadelphia, US; Circa Survive.
Diakhiri dengan sebuah kesalahan fatal yang membuat keadaan jiwa semakin tak stabil, menghentikan itu semua, dengan background sebuah tindak vandalisme.
Sampai akhirnya kutemukan cahaya yang terang, menerangi jiwa.
Tidak secara instan, tapi perlahan-lahan hingga sekarang.
Meskipun sempat menangis dengan air mata darah di bawah sinar mentari yang terang benderang, pengalaman di Pulau Dewata itu mengembalikan lagi cahaya-cahaya yang mulai tenggelam.
Karena aku menyadari, perubahan ke arah yang lebih baik adalah mutlak diperlukan oleh setiap insan.
Karena kesedihan akan terhapus oleh hujan, menyembunyikan air mata yang meleleh.
Karena harapan dan impian kita masih ada, selagi kita mau berusaha mencapai keinginan-keinginan itu.
Sebagaimana begitu bersemangatnya kita saat fajar, saat mentari muncul dari balik kegelapan.
Sebagaimana senyum yang selalu mengembang dari wajahku saat melihat indahnya dunia ketika senja tiba.
Itulah alasan mengapa aku selalu melihat ke masa lalu untuk tetap berlari -sebuah pertanyaan dari seseorang yang mengeluh di kala senja-.
Karena aku tahu, ada sejumput berlian di antara kenangan-kenangan yang terserak itu.
Karena bintang-bintang masih sudi menghangatkan luka-luka yang membeku.
Kini segalanya sudah tampak jelas di hadapanku.
Meski dunia perkuliahan semakin hambar untukku, semangat untuk meningkatkan prestasi akademik dan menyelesaikan kuliah semakin berkobar-kobar.
Tak akan kusia-siakan detik-detik akhir di masa kuliah ini.
Karena mimpi-mimpi indah tetap hidup di tengah mimpi-mimpi burukku.
Menata kembali peta hidup yang kusam dan berantakan.
Terus berlari…
P.S.:
Ada sesuatu dari peta hidup yang aku tambahkan di dalamnya, yaitu segera menikah dua tahun lagi dari sekarang setelah mendapatkan pekerjaan (baru bisa lulus kuliah bulan Maret tahun depan) -meskipun belum ada calonnya-
~written by Ghani Arasyid, April 19th 2009… under the light of the silver crescent moon~




















menikah 2 tahun lagee?
kelamaan brader….
ntar ga tahuan lho…
Itu sebenarnya target, waktu kira-kira dimana aku udah dapetin pekerjaan tetap.
Tapi doain saja Allah mempercepatnya, sehingga bisa segera kusempurnakan separuh dien
MKL…?
Kuliah…?
Kerja Praktek…?
Tugas Akhir…?
rasanya ingin segera mengakhirinya…
semoga nanti kita mendapatkan teman2 dan “teman” yang baik akhi…
wow… 2 tahun lagi ghani nikah
“keinginan untuk lulus tepat empat tahun semenjak menjadi MaBa nan gundul itu harus tertunda hingga target IPK >3,00 tercapai (diperkuat dengan tidak diluluskannya 12 orang -termasuk aku- dalam mata kuliah AMDAL).”
kata teman: orang pintar itu bukanlah orang yang lulus tepat pada waktunya, tetapi orang pintar itu orang yang dapat memanfaatkan ilmu yang ia dapat dengan sebaik-baiknya. hehe benar nggak seh?
” -meskipun belum ada calonnya-”
makanya cepetan nyari….
ngomporin……..:)
Semoga dimudahkan mencari pekerjaan dan memperoleh istri yang sholihah.
Barakallahu fiik.
Yang penting sa’iki lulus dulu, kerja, trus..
Sip!
Ayo ghan! Semangad! Ketemuan di graha – Insya Allah klo kita lulus-!!
lama tak berkunjung,, blognya semakin inspiratif saja,, ^^
terus maju, jangan menyerah
semoga nyang baca disini ada cewek yang kegaet dah…
btw nang cepet lulus pak de
wohooooo
sip dah, jangan lupa undang saya ya nanti nikahannya
Mampir, lama tak berkunjung….
@ Akh Didit:
Syaratnya satu: lulus dulu
InsyaAllah… Jazakallahu khoir
.
.
.
@ Mbak Vae:
InsyaAllah, dan semoga mbak Vae segera mendahului saya nikahnya
.
.
.
@ afaninhuwaidatunnisa:
InsyaAllah benar sekali
Hmm… : D
.
.
.
@ Akh Dim:
Amiin yaa Robbal ‘alamiin.
Wa fiyka barakallahu
Bener
Jazakallahu khoir…
Semangat untuk engkau juga
.
.
.
@ id_mimi:
terima kasih
.
.
.
@ fachri:
Barakallahu fiik…
.
.
.
@ almascatie:
Heuheuheu
Yosh!!!
.
.
.
@ andyan:
InsyaAllah.
Kamu kan asalnya Tulungagung, dekat lah…
Sama-sama Jawa Timurnya
.
.
.
@ Akh Shidiq:
Terima kasih
yang penting semangat aja
Assalammualaykum… sahabat…
Laaammmaaaa saya gak sempat mampir kesini… maaf… maaf…
Ha??? AMDAL ya????
Duh… semoga cepat terlampaui saja semuanya masalah yang ada… (PS:.. mau sedikit berbagi… ada kalanya.. yang dianggap tak baik ternyata adalah berkah untuk kehidupan… sepertiku yang kini makin paham… kenapa DIA memberiku PR yang tak pernah selesai… *gak sempat lulus dari TL*…. Ya… Saya memang tidak “dipersiapkan untuk menjadi wanita karier… tapi saya ada untuk menjadi ibu bagi anak-anakku yang sangat istimewa… *he he he… mudah-mudahan bukan terdengar seperti membela diri* Ya… anak-anak kandungku dan anak-anak lain….Subhanallah *****UPS… tapi jangan ikutan deh…atau merasa terprovokasi..*****)
Ayooo… semangat lagi….Dunia butuh dirimu… untuk mengembalikan kedamaian di alam ini….
@ Zoel Chaniago:
Makasih, mas
.
.
.
@ Ummu Aini:
‘Alaykumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh, Ummu Aini.
Laba’sa
Iya
Subhanallah…
Justru itu adalah pilihan yang sangat mulia, insyaAllah
Karena anti benar-benar mengutamakan kewajiban sebagai seorang Ummi melebih segala cita-cita untuk meraih prestasi di dunia sebagai wanita karier dari perkuliahan…
Laba’sa, insyaAllah malah membuat termotivasi kami-kami yang masih belajar tentang menjalani hidup ini
Jazakillahu khoir atas nasehat-nasehatnya, Ummu Aini
Barakallahu fiyki…
Semangat semangat!!
Eh, kalo jadi wisuda bulan maret, berarti wisuda ke-100
Not bad lah..
*berusaha menghibur
tetap semangat yaaaa
@ -S-:
Terima kasih banyak…
Yup, dan yang dari angkatan 2005 TL-ITS insyaAllah akan banyak sekali yang wisuda pada yang ke-100 itu ^^
.
.
.
@ reallylife:
Makasih banyak, mas
tetep semangat mas..
jangan nyerah ya..
semoga segalanya bisa Ghani lalui dengan sabar..
nice post
@ habib:
Terima kasih
.
.
.
@ Mas Fikri:
InsyaAllah, Amiin yaa Robbal ‘alamiinn…
.
.
.
@ Rian Xavier:
Makasih
nice
bukannya engkau sudah ngasih komen?