mudik/off-roading 2009 October 4, 2009
Posted by ghani arasyid in travel hymn.Tags: catatan, kisah, perjalanan
trackback
Saya tahu, mudik dan off-roading adalah dua hal yang berbeda. Tapi saya benar-benar merasakan bahwa mudik tahun ini adalah sekaligus off-roading. Mau tahu ceritanya? Selamat membaca…
*oh yes, I’m back from hiatus! ^^
“This is why I turn and walk away from everything”
I never thought it’d be like this
Lonely along the way
Something set us off into the wrong direction
but within this particular space
Time goes to waste.
~Travel Hymn by Circa Survive~
Ada sesuatu yang baru di mudik tahun ini. Tahun-tahun sebelumnya, Ayah-Ibu-saya selalu menggunakan motor untuk mudik (jaraknya sekitar 150-an km, dalam waktu 2-3jam). Tapi tahun ini, atas permintaan Ibu pascaLebaran yang Menyedihkan Tahun Lalu, akhirnya kami sekeluarga tahun ini mudik naik mobil pribadi

tiga jip
Dengan modal SIM sementara (berupa lembaran tanda sudah melunasi biaya pembuatan SIM), Ayah dan Ibu nekat mempercayai saya sebagai sopir khusus di Tulungagung. Untuk pulang-pergi dari dan ke Tulungagung, kami nyarter sopir karena bahaya kalo saya dilepas sendirian di jalanan antarkota

Abil dan mesin diesel
Acara unjung-unjung sanak-saudara tahun ini pun berubah menjadi ajang off-roading
. Tanpa pernah direncanakan dan dikonspirasikan sebelumnya, kendaraan yang difungsikan untuk unjung-unjung semuanya adalah Suzuki Jimny/Katana yang model jip. Yang paling lawas adalah punya Mas Aris (Jimny ‘84), yang tengah-tengah Paklik Maskun (Katana GX ‘92), yang paling anyar punya saya (Katana GX ‘96).

@Pantai Prigi, Trenggalek
Meskipun bukan off-roader yang sebenarnya, saya benar-benar ditempa dengan pengalaman ini. Akibatnya, setelah sampai di Surabaya, saya merasa cukup terlatih dalam mengendalikan mobil… meskipun kadang mesin mati karena panik saat ngelepas kopling… atau salah nekan pedal gas padahal mau ngerem
Akhir kata, Taqabbalallahu minna wa minkum… mohon maaf lahir dan batin















kurang mudeng… berhenti kenapa? gag berhenti kok
maaf lahir dan bathin ya akhi…
ke prigi kemarin?
bagusan pasir putih akhy, sedikit arah naik dari pantai prigi. dulu says sering berenang-renang disitu, sama temen2. sewa villa, bermalam dan bakar2 jagung. kapan2 saya ajak. insya Allah. mas didit endak ikut sekalian kah? ^^
@Akh Didit:


Taqabbalallahu yaa kariim
.
.
.
@Akh Tejo:
Saya belum pernah ke Prigi sebelumnya, dan pas kemarin itu mepet banget karena sorenya harus segera balik ke Surabaya, Bapak besoknya harus masuk kerja
Jadi, InsyaAllah nanti waktu liburan saja
Ayuk, sama Ridzky juga… ^^
daripada ke prigi mending ke blado aja akh..
*bisa surving
kalau nyari pasir putihnya bisa di ngampiran
*sama di trenggalek loh…:-)
mohon maaf lahir batin juga
)
*ah prigi lagi
@ima_blue:
saya aja belum pernah ke pantai-pantai di Trenggalek, jadi gag bisa sekaligus
.
.
.
@andyan:
amiin… Taqabbalallahu yaa kariim.
emang udah bolak-balik ke sana?
belum, tapi sering denger ceritanya
Hari kemenangan…eh…bisa nyetir…
Selamat………
eh yg hiatus udah balik ya?
humm… tapi udah sepuluh hari semenjak posting yg ini nih…
apa masih tour off road?
@andyan:
gedubrakkk! X(
.
.
.
@Mas Indra:
terima kasih
.
.
.
@Mbak Yoan:
lagi sibuk ngelab -_-”
ngomong2 masalah nyetir, saya sekarang malah nggak punya lisensi sama sekali
sim C ilang, sim A belum dapet
walah, turut berduka cita buat Anda
Taqoballahu ya karim..
maafkan ju9a ya 9an…
welkambeekkkk
iyah kaya offroad ya 9an?secara mobilna ju9a memenuhi kriteria untuk itu hehe
pantaina ba9us yaa?maseh bersih..
begitulah, mbak Wiend ^^
sama-sama