new job, new fields and new friends
May 19, 2012 § 11 Comments
Berstatus unemployed (atau lebih halusnya: jobseeker) selama tiga bulan pada jangka waktu Januari-Maret lalu ternyata berpengaruh juga pada tingkat konsentrasi saya dalam ngeblog. Tulisan yang saya ketikkan pada kolom “New Post” sering berhenti di tengah, atau kadang juga menguap begitu saja karena merasa pernah menulis yang seperti demikian di Facebook maupun Twitter. Yeah, social media sering membuat kita terbiasa menulis singkat dan sesuai kronologis. Pada akhirnya, kejadian dua tahun lalu itu berulang lagi
Tapi jangan khawatir, comeback saya di postingan ini membawa semangat dan idealisme baru. Setelah berkali-kali gagal lolos tes psikologi dan interview semenjak akhir Januari sampai akhir Maret, akhirnya ada juga sebuah perusahaan yang berhasil menemukan chemistry yang ada dalam diri saya dengan apa yang mereka butuhkan. Sehingga saya bisa mengatakan bahwa perusahaan ini juga satu-satunya yang paling cerdas dalam “membaca” saya selama saya berjuang menjadi jobseeker
Begitulah… usaha, do’a dan juga nasib membawa saya “kembali ke jalan yang benar”: menjadi seorang engineer. Selamat menikmati beberapa screenshot dari pekerjaan saya sehari-hari, dan sekali lagi saya pastikan bahwa…
I’M BACK!!!
“Hati-hati…
Kaki kecil berlari cantik
Terjang semut-semut yang ada di barisan, kawan
Satu, bahkan lebih, tubuh mereka bersemayam
Di sol sepatu tua, tipis berjalan”
~Romansa Pagi by nomaden mood
P.S.: nomaden mood adalah sebuah proyek indie dimana saya terlibat di dalamnya
Tagged: catatan, kisah, perjalanan




Job seeker is fun, berarti saya ndak sendiri
.
betul, kemarin sampe dibelain ikut jobfair di UGM yg ternyata ujung²nya lebih ke jalan²
nice info…:)
Anak pabrikan; engineer; selamat berjuang
bagus sekali artikelnya, thx
nice post
@birthday party:

sampe 2x komennya. terimakasih
.
.
.
@Prasetyo Muchlas:
Terimakasih banyak, bro
.
.
.
@jimmy:
terimakasih
hohoho.. Saat Buka Laptop langsung dah baca artikel yang sangat akurat sekali..
akurat di mananya ya?
terimakasih atas komentarnya
jadi inget masa2 jadi jobseeker selama 1 tahun dulu….
tiap apply sering mentok di sesi interview…tapi Tuhan memang adil, save the best for last
wah, ternyata pernah jobseeking setahunan
iya, setiap orang pasti sudah punya “jodoh”-nya masing² dalam yg namanya karir & nasib… dan “jodoh” itu sendiri