Arsip untuk travel hymn

travel hymn

I’ve been wandering around
Making up movies in my head
So we say don’t let it go
Let me try and pull out my pride
I already forget how I used to feel about you
- Meet Me In Montauk, Circa Survive

Alhamdulillah, pekerjaan di Tulungagung dan Trenggalek telah usai dengan baik. Satu tim dengan Tejo memang menjadi sebuah nilai plus yang tak terkira, cepat sekali kami mendapatkan data-data, khususnya di Trenggalek.

Selama empat hari itu hampir tidak ada problem yang menerpa kami. Yang ada paling-paling cuma salah paham antara petugas PDAM dengan atasannya tentang ijin dari Badan Kesatuan Bangsa Tulungagung, juga begitu ribetnya birokrasi di Dinas Kesehatan Tulungagung.

Lega :D

Komentar (13) »

I’m coming home… Tulungagung

It came across like you were mad
Holding in your breath with everything you had
Until your face began to turn red
“This is why I turn and walk away from everything”, I need to feel it closer now
…and I never thought it would be like this
- Travel Hymn, Circa Survive

Waduk-bendungan-PLTA Wonorejo, Tulungagung

Senin pekan depan aku akan pulang kampung ke Tulungagung, rumah keduaku setelah Surabaya. Sebenernya akan jadi perjalanan mengisi liburan yang biasa saja kalau nggak ada kerjaan ini.

Kerjaan? :?

Komentar (17) »

I love Semarang! I wanna visit that place again!

See all those people on the ground,
Wasting time…
I try to hold it all inside,

Just for tonight,
On top of the world,
I’m sitting here wishing,
The things I’ve become,
But something is missing,
Maybe I…
What do I know?
- On My Own, The Used

Perjalananku ke Semarang itu menyisakan banyak hal yang tak bisa kulupakan.
Baru kali ini aku merasakan sebuah travelling yang begitu memorable.
So, postingan ini aku tulis untuk mengungkapkan apa saja yang membuat aku begitu terkesan terhadap perjalanan ke Semarang itu.

menyatukan kaki, menyatukan semangat, untuk mengabdi pada majikan Mother Earth

Lanjutin baca…

Komentar (33) »

oleh-oleh dari Semarang (part 1) : IMTLI, the valley of lights & the beach

There are cities buried underneath our cities
“Let the people be free” it’s all around us
Let the people see we so obviously had another hand and so separated
How can I feel or act like I’ve made this when I so obviously had another hand?
- Mandala, Circa Survive

Pelesiranku ke Semarang tanggal 17 sampai 19 April 2008 itu sebenarnya nggak pernah aku duga sebelumnya. Lha piye, hari Selasa sore tanggal 15 pas lagi asyik ndengerin kuliah PBPAM aku tiba-tiba di-miskol Maskur, sang kahima.

Ternyata dia minta tolong aku mewakili angkatan 2005 dari TL-ITS untuk datang ke Rakornas Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI) tanggal 17 April 2008 di Semarang itu, karena kayaknya posisiku sebagai tukang admin website HMTL-ITS bisa berguna bagi survive-nya IMTLI ini.
Aku pun berkaca-kaca (bukan ngaca lho!) mendengar itu, aku nggak nyangka udah berbuat banyak untuk HMTL-ITS. Berarti aku udah memenuhi janjiku saat screening dulu kan? Ghani kok!! :D

Baca entri selengkapnya »

Komentar (6) »

come back home from Semarang

Dressed up to the eyes
It’s a wonderful surprise
To see your shoes and your spirits rise
Throwing out your frown
And just smiling at the sound
And as sleek as a shriek
- Friday I’m In Love, The Cure

Oh dare, I’ve visit Semarang City for the first time.
So many experiences and unforgettable moments.

Lawang Sewu, Simpang Lima, Pantai Marina Kulon, and many more…
I must post these in my blog.
Just wait, brother and sister.

I’ m really falling in love with Semarang, and falling in love in Semarang.
I’ll write with my deepest heart.

Semarang, the city of the valleys.
I can’t wait to visit you again.

Thanks a lot for “cah-cah TL Undip”.
Jazakumullah khairan katsirah.

Komentar (3) »

not another teenage story

Nothing compares to a quiet evening alone
Just the one, two I was just counting on
That never happens
I guess I’m dreaming again
Let’s be more than’ this
- Crushcrushcrush, Paramore

raindrops_by_pagliacciomorto.jpg

Tepat dua minggu setelah vakum nge-blog. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, memilih wordpress sebagai sarana nge-blog untuk seterusnya (mungkin selamanya).
Bukan saat yang pas untuk mbahas ketidaknyamanan blogger untuk menyediakan blog dengan komunitas yang sangat luas dan fasilitas comment yang menakjubkan, karena aku masih bergantung pada blogger
dalam penulisan text dan fasilitas google-nya.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »