Childrens of Falistin
Kematian adalah hal yang wajar bagi rakyat Palestina.
Setiap kematian seorang syuhada Palestina, seribu syuhada lain dilahirkan hari itu juga.
Meskipun terkadang syuhada-syuhada muda itu harus menerima timah panas yang merenggut nyawa mereka terlebih dahulu sebelum mengangkat senjata.
Meskipun batu bukanlah lawan yang sepadan untuk tank-tank berbahan dasar baja itu. Anak dalam foto itu bernama Faris Odah, berusia 13 tahun. Tiga hari setelah foto ini diambil, Faris tewas ditembak oleh seorang sniper tentara Israel saat melempari tank Israel yang lain. Semoga Allah memuliakanmu di surga-Nya, Faris.
Meskipun mereka harus merelakan kebahagiaan masa kecil yang direnggut dengan paksa.
Meskipun jalan menuju ke sekolah tempat mereka belajar seringkali diblokir oleh tentara Israel.
Mereka tidak bisa bernyanyi-nyanyi bahagia dengan ayah dan ibu mereka.
Ayah mereka kebanyakan Syahid terbunuh oleh tentara Israel.
Ibu mereka sudah tidak punya apa-apa karena blokade ekonomi dari Israel.
Maka satu-satunya jalan yang bisa mereka tempuh adalah berjuang demi kebebasan.
Meskipun demikian, perjuangan rakyat Palestina yang dikenal dengan “Intifadhah” itu akan semakin sengit. Demi keadilan yang ingin mereka wujudkan. Demi kebebasan yang terampas.
Demi tegaknya Islam dengan Bait Al-Maqdis-nya.
Tatapan penuh harapan inilah yang akan membawa Palestina menjemput impiannya. Tatapan mata yang ikhlas dalam berjuang. Meskipun mereka tahu, ajal bisa menjemput mereka kapan saja. Tapi mereka selalu yakin, Jibril selalu datang, mengepakkan sayap yang menggambarkan surga di tiap sakaratul maut mereka.
Insya Allah…
13 Tanggapan sejauh ini »
RSS Komentar · URI Lacak Balik


















hmcahyo berkata,
1 April, 2008 @ 3:34 pm
gambar-2 di compress pake program tinypics atao ACDSee pilih edit kemudian resize.. saya buka gambar-gambar disini lama… seklai padahal kantor udah sepi.. saya copy gambarnya ya?
salam
dimas berkata,
5 Mei, 2008 @ 1:09 pm
askum mas.
salam kenal…
semoga rakyat palestina diberikan kemudahan dalam menghadapi KEKEJAMAN ZIONIS ISRAEL
amien
alex berkata,
6 Mei, 2008 @ 6:35 am
Gambarnya menarik….
Tapi, benarnya yah, tanpa mengecilkan arti perjuangan di Palestina itu, kita sebaiknya juga jangan lupa dengan perjuangan di dalam negeri sendiri.
Kezaliman… kemiskinan… kebodohan…
aRuL berkata,
9 Mei, 2008 @ 3:34 am
ah fotonya bikin terenyuh
Alex Abdillah berkata,
16 Mei, 2008 @ 8:48 am
Allahu Akbar………setidaknya doa yuk mari kita kirimkan.
insansains berkata,
21 Mei, 2008 @ 2:43 pm
^_^ Melihat para syuhada kecil itu, saya jadi terlecut.
Allahu Akbar!
Ya Allah, matikan pula aku dalam keadaan syahid di jalan-Mu!
faridfann berkata,
25 Mei, 2008 @ 10:16 pm
mas ghani, saya mau tanya pendapat sampeyan…
penderitaan rakyat timur tengah apakah karena intervensi politik-ekonomi negara2 barat atau karena konfllik saudara (misal, barisan al-qaidah dengan barisan nasionalis di afghanistan, hamas dan fatah dsb)???kalau karena dua-duanya, mana yang lebih berdampak???.
terima kasih banyak atas jawabannya.
faridfann berkata,
26 Mei, 2008 @ 10:21 pm
Ok. bos…trima kasih banyak atas jawabannya.
sebelumnya salam kenal dulu, saya suka dapat partner sharing wacana politik-keagamaan, untuk nambah-nambah data di otak. apalagi mas ghani sangat mengikuti perkembangan palestina. tapi kenapa gak sekalian empati mas ghani juga di tuangkan untuk negara2 timur tengah lainnya?? karena negara timur tengah lainnya juga mengalami nasib yang sama seperti palestina.
kapan bisa Ol dan ngobrol2 panjang???
UDIN berkata,
28 Mei, 2008 @ 7:34 am
Melihat penderitaan rakyat palestina yang tertindas semestinya menimbulkan semangat buat kita untuk menyusun kekuatan, namun
fakta menunjukkan sebagaian besar umat muslim di negara kita mengalami problem yang mendasar, yaitu kemiskinan dan kebodohan.Kondisi ekonomi yang kurang baik di negara kita juga turut memperburuk kondisi tersebut. Dengan demikian sangat sulit menumbuhkan kesadaran umat muslim untuk ‘membela’ saudaranya di palestina, “wong untuk makan aja susah apalagi membela palestina. Nah, menurut ane, salah satu cara untuk mengurangi kemiskinan dan kebodohan adalah dengan cara meningkatkan kepedulian terhadap sekitar. kepedulian itu dapat di tuangkan dalam bentuk mentransfer ilmu / pemberdayaan. Harapanya, dengan adanya pemberdayaan pada saudara2 kita dapat menciptakan daya kritis terhadap kondisi dunia islam dan mengurangi ketidaktauhan terhadap penderitaan rakyat palestina. Jika sebagian besar umat muslim di negara kita mengetahui kondisi rakyat palestina, insyallah akan tumbuh kekuatan dalam membelah rakyat palestina dari penjajahan zionis……
ahsani taqwiem berkata,
28 Mei, 2008 @ 2:40 pm
,,, hiks ( jujur nih lagi nangis, sumpah, setelah ngeliat foto2 di atas)
saya percaya mereka punya sesuatu yang lebih dasyat dari para jahannam zionis itu. Kita harus turut membantu dalam skala sekecil apapun, termasuk doa…
salam kenal.
tabik!
ahsinmuslim berkata,
3 Juni, 2008 @ 11:09 am
dengarkan genderang jihad palestina wahai yahudi israil
pasukan Muhammad tidak akan pernah gentar mesti hanya bersenjatakan batu dan ketapel kayu.
“Khaibar-khaibar ya yahud, ja’isyu muhammad sa ya’ud”
Allahuakbar!!!
pranowo berkata,
7 Juni, 2008 @ 1:07 pm
Allahu akbar…
Allahu akbar…
Allahu akbar…
Lenyapkan israel…
Lenyapkan Amerika…
Bumihanguskan mereka…
aryo berkata,
11 Juni, 2008 @ 8:42 pm
kenapa selalu kita berjuang untuk bangsa lain. kebanyakan anak - anak masjid baik dari bandung salman, manarul ilmi its, selalu membela palestina, tapi kenapa kita ga pernah melihat bangsa kita sendiri. lihat dong, bangsa kita juga terpuruk, kenapa jarang ada yang peduli,di jalanan, anak kecil yang seharusnya sekolah malah mengemis.ibu - ibu yang berada di daerah keputih, menjadi gelandangan. so, apa yang harus kita perbuat. bangun indonesia baru luarnya.