Diproteksi: music and me : a kiss goodbye Senin, 17 November 2008
Posted by ghani arasyid in healing and folk.Tags: advice, emo, emo boy, emo girl, kisah
comments closed
Diproteksi: music and me : dalils and fatwas Jumat, 7 November 2008
Posted by ghani arasyid in healing and folk.Tags: advice, reflection, renungan
comments closed
solusi : shalat wajib vs jadwal kuliah Rabu, 17 September 2008
Posted by ghani arasyid in my campus.Tags: advice, catatan, reflection, renungan
25 comments
Di masa perkuliahan ini, kadang ada beberapa atau bahkan banyak sekali jadwal kuliah yang memotong waktu shalat wajib atau tepat dimulai saat masuk waktu shalat wajib. Misalnya jadwal kuliah pukul 11.00 WIB yang di dalamnya bentrok dengan waktu shalat Dhuhur sekitar pukul 11.35 WIB, juga saat kuliah pukul 15.00 WIB dimana bentrok dengan pelaksanaan shalat Ashar yang waktunya sama.
Masing-masing jadwal kuliah baik pukul 11.00 WIB dan pukul 15.00 WIB punya hambatannya masing-masing. Pada kuliah pukul 11.00 WIB, kita harus memotong saat dosen sedang menerangkan suatu mata kuliah dengan meminta ijin kepada beliau untuk memperbolehkan kita keluar ruangan. Sedangkan pada kuliah pukul 15.00 WIB, resiko lebih tinggi karena kita bisa-bisa tidak diperkenankan masuk oleh dosen karena terlambat sampai beberapa menit karena ikut shalat berjama’ah di masjid kampus. Yang lebih riskan lagi adalah saat jadwal ujian ada pada waktu-waktu tersebut. Untuk diketahui, kampus saya di Teknik Lingkungan ITS bisa mendengar adzan dari masjid kampus, Manarul Ilmi.
apakah pacaran itu perlu? Selasa, 15 April 2008
Posted by ghani arasyid in healing and folk.Tags: advice, healing and folk, opini, reflection
48 comments
So why does it always seem?
That every time I turn around
Somebody falls in love with me
This has never been my sole intention
And I have never claimed
to have patents on such inventions
- Save Your Scissors, Dallas Green
Sejak SMP, aku mulai mengenal istilah pacaran. Yaitu dua orang yang berlawanan jenis saling dua-duaan, bahkan di tempat-tempat sepi dan bertingkah layaknya suami-istri.
Aku sebenernya karena puber, pengen ikut-ikutan tren itu. Apalagi waktu SMA dan awal-awal kuliah dulu semakin parah saja godaannya, tiap hari mikirin akhwat terus. Terhitung dari SMA, dua kali aku hampir jadian ma seorang akhwat. Dan sialnya (atau bisa dikatakan beruntungnya), dua kali jadian itu batal dan nggak jelas kabarnya.
Sebenernya, aku dari dulu ngerasa ada yang salah dengan pacaran. Perlu nggak sih pacaran itu?






















