it’s earth, our home

February 24, 2008 § 3 Comments

And we fall asleep again with ties to mend
so please, Let the cleaning begin with evolution
Hold my breath until communication is only just a test
– In The Morning and Amazing, Circa Survive

180px-air_.jpg

duh asepnya…

Global Warming.
Sebuah kalimat yang simpel, tapi dampaknya sangat menakutkan.
Semua itu terjadi dan kemungkinan besar akan memburuk di saat kita masih bernafas dan jantung kita masih berdegup.

Semuanya bermula dari negara-negara maju yang “membuang” asap dari industri-industri mereka ke udara, juga emisi dari pesawat-pesawat jet dan ulang-alik yang sanggup memecah partikel-partikel ozon.

Banyak sekali kandungan NOx, SOx, dan partikulat yang begitu membahayakan kesehatan dan kelangsungan hidup di bumi, terlontar ke udara… bersatu dengan air yang ter-evaporasi, melakukan fusi dengan atmosfer, terbawa ke belahan dunia dimana hutan dan perairan masih begitu jauh dari tangan-tangan manusia, termasuk Indonesia.
Semakin meningkatnya jumlah kendaraan yang dimiliki oleh manusia, meng-emisikan gas CO yang begitu mematikan, yang bisa bertahan di atmosfer sampai 2-3 bulan lamanya juga memperparah keadaan ini.

Dampak nyata yang dialami “Mother Earth” saat ini adalah Global Warming yang berakibat pada perubahan iklim besar-besaran di muka bumi. Kita sama-sama sudah mengetahui berita-berita bencana alam belakangan ini. Banjir, badai salju, tsunami, tanah longsor, kebakaran hutan. Bumi tampaknya marah kepada manusia yang mengambil kekayaannya secara serakah. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan semuanya dengan membunuh, menyuap, dan memperbudak sesamanya.

Padahal, kita sudah tahu kalau lubang lapisan ozon di atas antartika semakin menganga, mempersilahkan sinar UV yang dipancarkan oleh matahari menerobos ke permukaan bumi melalui lubang itu. Memang, sinar UV dibutuhkan oleh metabolisme tubuh kita. Tapi itu hanya dalam jumlah sedikit sekali karena UV tertahan oleh ozon yang bertindak sebagai penyaring (filter). Bayangkan apa akibatnya bila hal itu terjadi. Kulit kita tak akan pernah lagi tersentuh sinar matahari karena ditutupi oleh baju anti UV, sebagai penangkal kanker kulit. Atau lebih parahnya lagi, kita akan jadi “manusia malam”.
Antartika pun perlahan-lahan mencair, para ilmuwan menemukan ada suatu tanjung di sana yang menghilang karena mencair. Begitu mengerikan…

Konvensi Perubahan Iklim yang berlangsung di Bali bulan Desember kemarin juga sempat dihadang oleh kediktatoran Amerika Serikat yang menolak beberapa draft yang berkaitan dengan emisi industri-industri mereka. Beruntung, di detik-detik akhir mereka mau menerima draft itu.

Akan tetapi, konvensi itu hanyalah sebuah formalitas, padahal banyak sekali kasus pencemaran yang tidak di-ekspos. Beginikah akhir dari dunia dan peradaban manusia nantinya sebelum Allah SWT memerintahkan sangkakala ditiup : manusia membunuh dirinya sendiri karena ulahnya?
Semoga tidak.

Dari tulisan saya di atas, pertanyaan yang saya sampaikan adalah…
Dengan begitu banyaknya isu-isu lingkungan yang terjadi saat ini, apa kontribusi kita? Apa yang harus kita lakukan?

Jawabannya adalah kembali ke diri kita masing-masing…
Apakah kita sudah membuang sampah ke tempatnya dan kita pilah-pilah dulu?
Apakah kita sudah menghemat energi dengan tidak membuang-buang BBM?
Apakah kita sudah melestarikan lingkungan dengan tidak merusaknya?

Simpel, tapi dari situlah kita bisa memulai untuk menyelamatkan “Mother Earth”.

Tagged: , ,

§ 3 Responses to it’s earth, our home

  • r i a n a says:

    hmmm..
    kontribusii..
    mmmm..
    yg paliiing seriing tu nolak kantong plastikk nd slalu nginetinn tmenn2 buatt nolak jgag..
    walaupunn sriing dipandang anehh ama kasirr nd bakul2 yg jualann..hhu..
    emang siih,orang2 masii nganggep spele..
    gag tau bahayanya kntong plastikk..
    susaah teruraii..
    tar nyampahh dimana2..
    pdhl [nii baca darii majalah sii], sampah tuu ngluarinn gas metan yang bisa ngrusakk ozon jgag..

    buang sampah pd tmpatnyaa??
    udahh, tpii gag dpilihinn dlu..hhe..
    hemat energii.mayann..paligii kluarga udah nyadar klo yg satu ini..
    hmat bbm??
    slalu pake kndaraan umum klu plang skull..
    biz lom bisa bawa motor ndiri..hha..

    lets save d earth!!! ^^

    ghaniarasyid answers :
    wah, Riana benar-benar pejuang lingkungan nih! Aku aja yang kuliah di Teknik Lingkungan malah belum begitu berkontribusi seperti itu karena gaya hidup masih berbeda😀 Hebat, tahu juga kalo metan bisa ngerusak ozon… tapi yang bener sih bikin gas rumah kaca yang nyebabin Global Warming. Kalo penipisan ozon itu karena CFC (Freon).

  • Marimo-head says:

    some people say global warming is hoax, your opinion?

  • not hoax. it’s true, brother🙂
    terlalu banyak fakta yang ditutupi oleh Government of United States di luar sana🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading it’s earth, our home at chasing the pretty rainbow™.

meta

%d bloggers like this: