1st day of LITL 2008 : gifts for everyone

April 6, 2008 § 4 Comments

I was scared, I was scared
Tired and underprepared
But I wait for you
If you go, if you go
Leaving me here on my own
Well I wait for you
– In My Place, Coldplay

Hari Selasa tanggal 1 April 2008 adalah hari pertama LITL 2008. Aku sangat fresh menghadapi hari ini karena semalam udah tidur dengan nyenyak.
Hari pertama LITL 2008 itu juga ditandai oleh diliburkannya semua kegiatan perkuliahan di Teknik Lingkungan.
Maklum, meskipun ini gawenya anak-anak Hima, tapi menyandang embel-embel “anniversary 25th years of Teknik Lingkungan ITS”. Jadi dikemas secara “wah”.
Tapi, ada berita nggak enak juga bagi Hima. Emang sih kami nggak perlu repot-repot nyari dana yang emang belum dapet, karena kami “dipinjemi” uang sama Jurusan.
Tapi ada berita yang menyesakkan aku. Bayangkan, sekitar Rp 70 juta hutang HMTL-ITS pada Jurusan Teknik Lingkungan ITS! (Berita update : ternyata kita nggak berhutang, cuma harus bantu-bantu Jurusan untuk mensukseskan Seminar Internasional 25 tahun itu)
Tapi apapun yang terjadi, acara harus berjalan. Harus ditempuh. Karena dia sudah ada di depan mata…

Rahman dan gapura LITL 2008

Pagi itu setelah makan pagi aku menuju ke Balai Pemuda. Aku bawa juga jas almamater, siapa tahu ntar dipake.
Ternyata di pintu masuk Mitra masih sangat sepi, nggak ada penjaga parkirnya. Langsung aja aku tancap gas, masuk ke dalam. Wah, ternyata gapura ijo kemarin udah terpasang.
Aku parkir motorku di tempat parkir Mitra dan melangkah menuju Balai Pemuda.
Disambut oleh anak-anak yang tadi malam pada nginep di sana. Dan suasana tampaknya agak aneh, belum 100 % siap.
So, aku langsung bantu-bantu anak-anak yang udah ada di sana.

Wima lagi check sound drumnya

Banyak banget hal-hal kecil dan sepele (tapi penting) yang aku lakukan pagi itu. Diantaranya adalah masangin stiker di Bursa Buku dan menata buku-buku yang dititipin toko buku ke kita untuk dijualkan.
Buku-bukunya ternyata buanyak. Yang jadi sukarelawan saat itu adalah : aku, Wima cowok, Tonga, Koey, Vita, dan yang lain aku nggak merhatiin siapa.
Ternyata pack buku itu terbagi jadi dua, novel dan komik. Aku, Wima dan Koey bagian nata novel. Anak-anak lainnya nata komik.
Wah, bingung banget rasanya saat itu, karena semua buku-buku ternyata “Best Seller”! Ada AAC, Laskar Pelangi, KCB, Jakarta Undercover, sampe Sang Pemimpi.
Kami pun kebingungan… sampe akhirnya Mbak Lia mbantuin kami. Tapi ada satu buku yang kurang, “Diorama Sepasang Al-Banna”. Aku dapat tugas untuk baca buku itu oleh “seseorang”.

Buku-buku yang dipajang di Bursa Buku LITL 2008

Selesai di stan buku, tugas sebagai tukang foto pun memanggil. Aku disuruh njepret sang narasumber Talkshow Lingkungan.
Kuambil camera digital murahku, kujepret beliau tiga kali. Lalu, sesuai perintah, aku nge-printkan foto tadi untuk diberikan ke pelukis karikatur.

Foto inilah yang bakalan jadi karikatur bersejarah di LITL 2008

Setelah beres, kegiatan sebagai tukang foto pun dilanjutkan, dimulai dari pemotongan pita dan dilanjutkan talkshow, sambil sesekali mendengarkan apa yang dibicarakan di talkshow.
Mbak aktivis Walhi yang cantik itu pun tampak berapi-api dalam memberikan komen + pertanyaan ke narasumber yang juga termasuk Pak Edot.

Wah, pengunjungnya banyak juga

Mbak aktivis Walhi dengan Green T-Shirtnya

Wah, ternyata Inovasi dari peserta LITL 2008 ini nggak main-main, sangat kreatif juga rupanya. Aku sampe terkagum-kagum, terutama yang menggunakan teknologi plasma u/ ngilangin asep itu. Bener-bener kayak sulapan.
Mading-mading dari SMP dan SMA juga sangat kreatif, terutama dari SMP YPPI 1 yang mengangkat tema “Gempa”. Mading itu bisa bergetar.
Kalo dari kategori SMA sih kayaknya lebih nonjolin siapa presenter yang paling cantik. Karena yang paling jadi daya tarik adalah siswi-siswi dari SMAN 3 Denpasar, rame betul stan mereka. Mungkin orang-orang pada minta kenalan. Hehehe.

Teknologi plasma anak-anak Fisika Undip

Pak Darno dengan teknologi sederhana tapi canggih buatannya, bisa mendeteksi kandungan logam berat dalam air

Mading “gempa” dari SMP YPPI 1

Ini adalah baju dari bahan-bahan daur ulang lho

Karya anak Tekim ITS, penangkap hama. Kok nggak ada bahan kimianya ya?

Pak pelukis karikatur, kok gambar Sampeyan mirip banget? Hebat!

Suasana di Talk Show

Andre lagi ngerjain tugas Mikrobiologi, teman-temannya ngerjain Perpetaan. Aku? Ya nggak ngerjain apa-apa karena dua mata kuliah itu sudah lulus 😀

Baterai kameraku sempet habis, langsung aja keluar nyari batere di tempat yang aku lupa di mana (haiyah). Maklum, tugas berat menjadikan gampang lupa.
Aku juga menyadari kelemahan kamera konvensional, “nggak bisa maksimal di tempat gelap”!

Acara talkshow diakhiri dengan penyerahan suvenir + karikatur “merem” yang aku jepret tadi.

Penyerahan hadiah karikatur

Setelah itu, break Ishoma dimulai. Aku kebingungan dengan kupon es krim. Kata anak-anak, kuponnya dibawa Nia. Lalu aku cari-cari dia, “mana Nia?”.
Aku semakin mangkel, nggak ketemu juga anak itu. Yah, untuk mengobati kemangkelan aku jepret-jepret deh pembagian es krimnya (kasihan banget aku!)
Setelah nyerah, aku balik ke kursi-kursi di depan panggung. Ndilalah si Nia melintas di depanku. Akhirnya bisa juga menikmati es krim.

Alhamdulillah, es krim segar untuk sang tukang foto

Enviro band ngadain sesi akustik. Aku nyempetin untuk foto-foto.
Lumayan deh foto-fotonya. Diiringi lagu yang sangat membuatku terharu. “Sempurna” dari Andra and The Backbone dan lagu yang ada kata-kata “kau membuatku bisa melupakannya”. Kok sama kayak kisah saya?
Dilanjutkan ma band “Imitus” yang sangat Ska. (Musik ini aku udah bosan banget, sedari SMP udah denger).

Thedy, Chondro, dan Kishin

Dapat jatah makan siang juga lho. Setelah shalat Dhuhur, aku makan di teras samping sambil ngobrol-ngobrol ma anak-anak. Abed dkk sudah siap-siap untuk latihan band buat sesi nanti malem.
Kapan ya aku bisa mendapatkan kesempatan ngeband lagi? Aliran musikku udah campur aduk, udah nggak kompeten lagi. Satu-satunya lagu yang sangat aku kuasai saat ini adalah “Tonight, Tonight” dari Smashing Pumpkins.

Abis makan, aku nyempetin njepret-njepret presentasi SMA. Aku nyempetin buka laptopku, iseng-iseng nyalain saklar WiFi dan…
Subhanallah, ada sinyal kuat!! Sinyal WiFi-nya dari Balai Kota rupanya. Aku tertolong oleh kecanggihan radar WiFi Toshiba Satelliteku lagi.
Langsung aja ngedit connection di Mozillaku, aku ubah jadi direct connection, sebelumnya koneksinya aku set ke proxy ITS.
Wussss, Subhanallah… cepet banget bandwithnya. Luar biasa.

Tapi… tiba-tiba inget kalo aku belum mencuci baju selama dua minggu.
Langsung deh, ijin ke anak-anak dan cabut pulang.
Di rumah, nggak sampe selesai aku mencuci baju. Udah keburu mau Isya’.

Setelah shalat Maghrib, balik lagi ke Balai Pemuda.
Makin rame aja di sana. Abed dengan gaya nge-pop (padahal aslinya post-hardcore) nyanyi “Bila Engkau” dan lagunya Tasya feat. Eros SO7. Bener-bener mendamaikan hati.
Aku juga jadi heran ma diriku sendiri. Aku kok jadi lupa sama lagu-lagu asli Indonesia ya? Astaghfirullah. Makanan musikku sehari-hari dari youtube soalnya.

Kishin, Abed, dan Thedy

Setelah itu gantian musik dadakan. Ada anak dari TL Undip yang didapuk jadi keyboardist. Andria disuruh tampil.
Kericuhan terjadi di sini, ada Ibu-Ibu yang berpenampilan rocker maksa tampil. Andre berniat turun dari panggung, tapi ibu itu bilang, “lho mas, jangan tinggalin saya dong!”.
Hwakakakakak!!! Tawa pun pecah di tengah-tengah kebosanan dan rasa capek kami yang seharian bekerja. Dan konser duet antara Andre dan ibu itu sukses dengan kacau balau karena nggak ada chemistry sama sekali.

Andre feat. Ibu Rocker

Pak Mas Agus, ketua Jurusan TL, kali ini tampil dan nyanyi “Munajat Cinta”. Anak-anak enviro band rasanya nggak nyaman ngiringi Pak MAM. Hehehe.

Pak MAM lagi nyanyi “Munajat Cinta”

Ada berita baru dari Ocin dan Rahman, umbul-umbul udah dipasang. Dan sempat ada masalah ma Satpol PP rupanya pas aku pulang sebentar tadi, sempet ditegur mereka karena kawasan Jl. Gubernur Suryo adalah kawasan konservasi. Nggak boleh dipasang umbul-umbul.
Tapi agak aneh juga, apa ada hubungannya? Kami sama sekali nggak ngerusak pohon. Yang jadi tiang umbul-umbul kan bambu.

Umbul-umbul LITL 2008

Setelah acara selesai, ada evaluasi di panggung.
Anak-anak pada kelihatan sumpek dengan berita “Apples In The Wonderland nggak jadi tampil”.
Semua pada “kebingungan”. Dan yang paling bingung adalah Maskur, sang Kahima. Dia bahkan sempat nyatetin nomer HP Kahima seluruh ITS.
Juga Fajar “ndoetz”.
Andre tampak “disalahkan dan dipojokkan” ma anak-anak.
Mereka bilang Andre “nggak becus”, “LITL 2008 gagal total”, “diundur hari Kamis aja”, dll.
Fajar turun tangan, nelpon manajemen Apples.

Andre lagi pasang tampang sedih

Anak-anak setelah tahu Fajar “kepancing”, pada ngakak semua.
Ya, semua itu tadi sandiwara aja untuk ngerjain Maskur dan Fajar.
Tapi tampaknya Fajar udah tahu, reaksinya biasa-biasa aja.
Sementara si Maskur, tampak sangat shock. Dia hanya bisa bilang, “kalian ini terlalu!” Dan hahahihi pun memecahkan suasana kesumpekan seharian ini.

Aku turun dari panggung, nyari tempat yang pas untuk ber-WiFi.
Meng-approve komen di blogku dan FS-an. Anak-anak pada pulang satu per satu. Ada juga yang nginep di Balai Pemuda ini, juga di asrama Haji yang jadi penginepan para peserta LITL.
Subhanallah, internetan di sini luar biasa speednya. Kayak di warnet aja. Aku bersyukur banget bisa dapetin sinyal WiFi dan memanfaatkannya.
Setelah puas, aku pamit ke anak-anak untuk pulang, saat itu jam 12 malam kurang. Yang nginep di sana itu Gama, Maskur, Ocin, dan seorang lagi aku lupa.
Motor Vega oranye pun membawaku menuju rumah tercinta.

Dinginnya malam ini menambah keindahan Surabaya yang penuh dosa.
Aku bersyukur Allah tidak menenggelamkan kota ini seperti Banda Aceh,
meskipun Surabaya ini kota pelacur.
Karena masih ada insan-insan yang berada di jalan Allah.
Insan-insan yang berjuang Dengan Nama Allah.
Jalanan sepi sekali.
Aku meluncur di kegelapan malam bersama Vega oranye kesayangan.
Menikmati angin yang membelai-belai wajahku.
Angin seakan berbisik,
“Allah sungguh menyayangimu, maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?”

Tagged: ,

§ 4 Responses to 1st day of LITL 2008 : gifts for everyone

  • realylife says:

    Assalamualaikum
    Insya Allah , generasi muda seperti andalah yang akan merubahnya nanti
    Istiqomah ya , perjuangan itu emang berat namun sabar dan yakinlah Allah beserta orang-orang yang sabar
    terima kasih sudah silaturahmi di blog saya
    sering3 ya ya , jangan bosan

    ghaniarasyid answers :
    syukron katsiran ya, mas… iya. saya akan berusaha sekeras mungkin.

  • Indra says:

    Mas, liatin dunk hasil karyaku dipajang di Suroboyo…Kalo ada yang diliat ma arek-arek di sana yo…

    monggo..

    ho..ho..

    ghaniarasyid answers :
    iya, ada. yang sungai-sungai itu kan?
    Insya Allah abis UTS aku kabari lagi.

  • Indra says:

    ok…ditunggu loh mas…

    thanks atas “read more”-nya….;-)

    ghaniarasyid answers :
    oke

  • Qhie_qHie.. says:

    keyenzzz

    ghaniarasyid answers :
    Syukron🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 1st day of LITL 2008 : gifts for everyone at chasing the pretty rainbow™.

meta

%d bloggers like this: