final day of LITL 2008 : Panic! At The Disco

April 10, 2008 § 4 Comments

Yeah, how long must you wait for him?
Yeah, how long must you pay for him?
Yeah, how long must you wait for him?
– In My Place, Coldplay

Hari Rabu, 2 April 2008. Sebenernya jam 7 pagi itu ada kuliah PBPAB, bahkan aku udah nyempetin berangkat ke kampus jam setengah 7.
Waktu aku udah siap-siap duduk di kelas, si Rahman sms aku. Dia minta aku segera ke Balai Pemuda untuk njepret-njepret lagi, karena kata dia nggak ada anak yang bawa kamera saat itu.
Yah, lagi-lagi aku harus merelakan nggak ikut kuliah, meskipun sebenernya udah tahu diijinkan sama sang Kahima. Tapi, kuliah PBPAB itu aku sama sekali belum bisa 100% nyantol.

Seperti kemarin, pagi hari di Balai Pemuda nggak ada petugas parkir, bisa nyantai (nggak bayar parkiran) sejenak. Dan seperti kemarin, jam 07.30 WIB itu suasana di Balai Pemuda ternyata masih sepi.
Aku langsung dapet tugas baru karena Lia 06 yang bawa laptop berisi file presentasi anak-anak SMA belum juga datang, aku dimintai tolong sie acara di situ untuk meminjamkan laptopku untuk presentasi. Melihat wajah anak-anak yang udah pada kebingungan, aku akhirnya mempersilahkan mereka minjem laptopku.

Aku dan dua peserta presentasi SMA dari SMAN 3 Denpasar

Setelah menjajal beberapa konfigurasi biar bisa ditampilin menggunakan LCD proyektor, aku disuruh Mas yang ngurusin sound system untuk ngetes kabel sound. Dan, single Nidji “Arti Sahabat” pun menggema di Balai Pemuda (aku asal comot lho, sebenernya nggak terlalu suka Nidji). Acara “check audio & visual” pun berjalan lancar.

Yang presentasi pertama adalah peserta dari SMAN 1 Surabaya, mereka rupanya udah nyiapin flashdisk.
Jadi nggak perlu nunggu si Lia. Dan berjalanlah peran lainku sebagai seorang operator slide power-point.
Hehehehe.

Setelah itu, disusul presentasi anak SMAN Sooko Mojokerto yang menggunakan pengantar in English dan menggunakan hyperlink sangar di power-pointnya.
Dilanjutkan anak-anak SMAN 2 Sidoarjo yang peserta cowoknya lucu banget, tinggi badannya bener-bener kayak anak SMP.
SMAN 3 Denpasar yang di stan mading mereka dapet pengunjung terbanyak, juga melakukan presentasi di sini. Presentasi mereka menggunakan full video, jadi nggak ada presentasi secara lisan. Dan itulah yang dapat kritik cukup pedas dari tim juri yang terdiri dari Bu Ipung, Pak Arie dan Pak Alfan.

Di luar presentasi, rame banget suasananya. Terutama dipengaruhi acara ular tangga ukuran raksasa dimana Pak MAM juga ikutan.
Adik-adik SD yang (lagi-lagi) diantar oleh Gigih ’06, membuat suasana di sana jadi segar. Mereka pertama-tama digiring dulu untuk ikut acara di Educen (Education Center).
Ngelihat film Simpson rupanya. Hehehe.
Tapi pas episode yang ada tema lingkungannya.

Pak MAM sedang main ular tangga

Adik-adik SD sedang serius di Educen

Waktu Ishoma, Enviro band main lagi (mereka bintang tamu utama lho…hehehe). Sambil makan siang, aku nonton penampilan mereka yang kali ini Endy yang jadi vocalist.
Sayangnya aku lupa mereka bawain lagu apa waktu itu. Hahaha.
Kericuhan tiba-tiba terjadi karena ternyata adik-adik SD tadi “diprovokasi” oleh Mas tutor yang ada di Educen tadi.
Mereka (sambil berlarian) bilang smbil bersemangat pada pengunjung, “Mas, buang sampah di tempatnya ya!” juga “jangan gunakan tas plastik ya!”, dan lain-lain.
Hehehehe, lucu banget. Tapi cukup menyentuh juga dan ironis bagi aku, sekecil itu mereka udah diajari mencintai lingkungan.
Aku jadi teringat saat aku masih SD dulu. Perintah untuk membuang sampah di tempatnya cuma dianggap sebagai angin lalu. Bahkan, aku sempet berkali-kali buang sampah di kelas dan di kolong meja.
Entah kenapa dulu saat sekolah rasanya kepedulian terhadap lingkungan sangat kurang.

Endy dan Enviro Band

Si Abed tampil juga jadi vokalis, kali ini bawain lagu “Creep” dari Radiohead.
Tapi kayak orang mabuk aja dia pas nyanyi waktu itu. Suaranya nggak jelas. Hehehe.

Abed sedang nyanyi “Creep”

Setelah itu adalah sesi Burhan dan Gita. Desti mungkin ada kuliah, jadi diwakilkan ke Gita.
Burhan ngelanjutin keusilannya, kali ini Kishin yang jadi korbannya. Dia disuruh kenalan sama cewek dari SMA Ponorogo yang di LITL 2008 ini jadi pusat perhatian setelah anak-anak dari SMAN Denpasar 3.
Yang diusilin pun nggak banyak berkutik di depan.
Yah, jelas kalah lah kalo ngelawan entertainer kayak Burhan.

Setelah break “penggojlokan”, dilanjutkan sesi band lagi. Kali ini band-nya si Chandra cowok. Ternyata ngusung aliran punk rock-nya New Found Glory.
Aku heran juga, kenapa ya anak-anak Indonesia nyebutin melodic? Nggak ada tuh genre musik melodic. Whatever. Penampilan band “Give Me Mona” itu lumayan deh.

Kali ini giliran Pak Darno yang tampil. Pak Darno ini adalah seorang pegawai Dinas Kebersihan Pemkot Surabaya yang kreatif banget.
Dia berhasil menemukan Tongnopos (tong plastik untuk komposting), Batem (batako dari stereofoam), alat indikator logam berat, dan cairan yang bisa bikin plastik leleh.

Pak Darno In The Show

Yaaaa… lagi-lagi aku pulang. Kali ini untuk memjemur pakaian yang aku cuci kemarin. Setelah mencuci, aku… ketiduran!!
Hahaha. Melewatkan sesi sore di LITL 2008 lagi deh! Setelah maghrib, balik lagi ke Balai Pemuda.

Acara di sana semakin rame, Guest Star : Apples In The Wonderland mau tampil tar malem.
Sebelum itu, Pak MAM tampil lagi. Kali ini bawain lagunya Matta Band. Dangdutan deh… Anak-anak pada maju di depan panggung.
Acara dilanjutin dengan game yang penuh gojlokan lagi. Kali ini sang Kahima, Maskur, yang kena.

Penonton yang “membludak” saat Pak MAM tampil

Si Gendut Tio vs Asrofi part 2… hehehehe

Setelah selingan-selingan, bandnya Gigih 2005 a.k.a. “Gigol” tampil. Dia ternyata jadi vokalis bareng Asti 2005 ma Theyenk (STIE Perbanas, dulu sempet di Poltek Kapal-ITS).
Dia rupanya punya fans berat di angkatan 2005, termasuk aku. Hehehehe. Langsung aja anak-anak ber-“mosh pit” ria. Nggak sampe segitunya kaleee…
Hahaha.

Gigih “Gigol” Ardityawan

Acara penggojlokan berlangsung lagi… dilanjutin penampilan Imitus di hari kedua ini (laris bener band ini).
Kali ini mereka ngusung aliran Rock n’ Roll. Disambut ma goyangan anak-anak SMA yang kebetulan nongkrong di Balai Pemuda.
Ada yang lucu waktu Imitus tampil. Di panggung tiba-tiba ada anak kecil dengan umur 5 tahunan yang berpogo ria. Hahaha.
Menarik banget, aku jepret deh.

Sebuah cuplikan “masa kecil (terlalu) bahagia”

Abis gitu, sekarang acara yang dinantikan peserta LITL 2008. Yaitu pengumuman dan penyerahan hadiah bagi para pemenang.
Ternyata yang menang pun mudah diprediksi. Misalnya karya mading, pastilah yang punya nilai plus adalah yang pengunjungnya banyak.
Tapi untuk kategori mahasiswa, semuanya ditentukan oleh presentasi juga. Waktu aku ngobrol-ngobrol sama Arya, anak TL Undip ’05, dia ngaku belum ada persiapan untuk presentasi karya yang mereka kirimkan.

Wah, anak SMP menang LITL 2008. Eh salah… dia sudah SMA!

Dan, sesi paling dinanti oleh para maniak pensi tiba…
Apples In The Wonderland tampil.
Dan terjadilah…
Panic! At The Disco.
Anak-anak pada melakukan “freestyle moshing-pit”.
Dengan dikomandoi Dandy ’06, mereka nge-dance mengikuti irama musik. Ada style naik motor, style renang gaya kupu-kupu, sampai style tai-chi + kamehameha juga ada.
Hehehehe.
Aku cuma bisa membatin dalam hati, “arek-arek iki gendeng opo gak waras tho?”.
Tapi tidak ada kericuhan, aman terkendali.
Kecuali Burhan yang diguyur air Aqua ma temen-temen seangkatan dia (2004).

Salah satu bentuk “kegilaan” anak-anak

Kembaran Ocin In The Show

Kelar manggung, Apples ngadain jumpa fans dan foto-foto.
Ocin pun dipertemukan dengan kembarannya, vokalis Apples In The Wonderland.

Mereka kembar nggak sih?!

Setelah aku makan malam, akhirnya acara bongkar perlengkapan dimulai.
Ya, ternyata merusak sesuatu itu memang lebih mudah daripada membangun.
Suasana pun jadi berantakan lagi di Balai Pemuda.

Anak-anak ini lagi bingung apa ya? Waktu njepret ini aku sudah capek pol

Kloter terakhir panitia LITL 2008 nyempetin cangkrukan di teras Balai Pemuda.
Sambil menikmati WiFi dahsyat di Balai Pemuda untuk yang terakhir kalinya (tapi semoga suatu saat bisa merasakannya lagi).
Sambil ndengerin petikan gitar Kishin yang memainkan melodi-melodinya Kitaro.
Bikin hati jadi tenang.

Menikmati keindahan malam disertai dentingan gitar Kishin

Sepulang dari Balai Pemuda.
Mampir sebentar di warnet kesayangan.
Mencoba melepaskan lelah untuk sesaat.
Waktu itu aku sedang dilanda jatuh cinta.
Tapi entah pada siapa.
Dia tidak berwujud.
Ya, dia bidadariku.
Dia masih dirahasiakan oleh Allah.

Tagged: , ,

§ 4 Responses to final day of LITL 2008 : Panic! At The Disco

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading final day of LITL 2008 : Panic! At The Disco at chasing the pretty rainbow™.

meta

%d bloggers like this: