oleh-oleh dari Semarang (part 1) : IMTLI, the valley of lights & the beach

April 30, 2008 § 10 Comments

There are cities buried underneath our cities
“Let the people be free” it’s all around us
Let the people see we so obviously had another hand and so separated
How can I feel or act like I’ve made this when I so obviously had another hand?
– Mandala, Circa Survive

Pelesiranku ke Semarang tanggal 17 sampai 19 April 2008 itu sebenarnya nggak pernah aku duga sebelumnya. Lha piye, hari Selasa sore tanggal 15 pas lagi asyik ndengerin kuliah PBPAM aku tiba-tiba di-miskol Maskur, sang kahima.

Ternyata dia minta tolong aku mewakili angkatan 2005 dari TL-ITS untuk datang ke Rakornas Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI) tanggal 17 April 2008 di Semarang itu, karena kayaknya posisiku sebagai tukang admin website HMTL-ITS bisa berguna bagi survive-nya IMTLI ini.
Aku pun berkaca-kaca (bukan ngaca lho!) mendengar itu, aku nggak nyangka udah berbuat banyak untuk HMTL-ITS. Berarti aku udah memenuhi janjiku saat screening dulu kan? Ghani kok!!😀

Hari Rabu tanggal 16 April aku siap-siap dengan barang bawaan + laptop. Rencana final yang diberangkatkan ke Semarang adalah aku, Mas Rohandi, Ocin dan Tonga. Kita sepakat ketemuan di depan masjid terminal Bungurasih jam 9. Aku sempat nunggu lama banget karena ternyata anak-anak berangkatnya jam 9 semua. Huh, tahu gitu aku datang nelat.😦 Tapi kita segera berangkat dan memulai perjalanan melelahkan sepanjang 7 jam.

Hari Pertama…
Setelah nyampe terminal Terboyo, kita kebingungan. Mana nih anak-anak TL Undip yang katanya mau ngejemput?
Setelah kontak-kontakan sama panitia IMTLI Undip dan nunggu lama di terminal (kena kentut CO dari knalpot bus-bus juga), akhirnya Andre TL Undip ’05 datang juga. Kita semua diajak naik bus kota selain si Tonga yang naik “ojek” karena dia cewek. Sementara kita naik bus kota dan turun di daerah Tembalang dan dijemput “ojek” pula.
Aku disopiri Ito ’05 dan kita akan di-transitkan di basecamp kontrakan anak-anak TL Undip.

Di basecamp udah berkumpul para tamu IMTLI yang aku langsung aja nyerbu untuk berkenalan (di hari pertama ini aku nggak belum kenal sama sekali). Di basecamp kita mandi dan ganti baju + merias diri untuk ikut Seminar Nasional Global Warming di GSG Fakultas Teknik Undip. Kita ke sana diantar oleh mobil ijo-nya Teguh ’05 asal Bali (ini temennya Sonny Saputra TL-ITS ’05 ternyata, bakal aku bahas di postingan selanjutnya).

GSG Undip ternyata udah penuh sesak oleh peserta seminar. Akhirnya anak-anak IMTLI dipisah, yang kena lokasi paling “terpencil” adalah aku (apesnya!), di pojok paling kiri dari GSG. Menarik juga konsep dari panitia, mereka menyuguhkan minuman teh botol dan jajanan pasar dengan bungkus daun pisang. Sangat natural, salut!

Tapi setiap yang direncanakan manusia pasti ada lemahnya. Botol-botol itu kebanyakan tumpah dan sama seperti masalah LITL 2008 : sampah masih berserakan di mana-mana karena peserta bingung nyari tempat sampah! Untuk acara seminarnya udah bagus, tapi agak bikin ngantuk.

Dan sekali lagi, salut untuk panitia!! Untuk mengakali agar sampah tidak berserakan, panitia menyediakan sertifikat bagi mereka yang mau menukarkan sampahnya ke bagian pengeprint-an sertifikat (ide cueerdas bro!! sampeyan kok C.A.K banget ik?!).

Suasana seminar

Gawat!! Ada Hanoman di antara peserta seminar!!

Setelah acara di GSG Undip itu, para peserta IMTLI “diungsikan” oleh panitia ke asrama Balai Koperasi Semarang setelah makan siang di warung Masakan Padang (dibayarin bayar sendiri).

Di Balaikop aku disambut oleh beberapa anak TL Undip yang pake jas almamater. Semuanya duduk manis di sofa dan berdiri untuk bersalaman denganku (kecuali yang cewek dengan isyarat salam dari jauh), yang aku inget ada di sana adalah : Daru (asal Mojokerto ternyata! Aku tanpa diduga bisa akrab sama cewek ini!!), Jati dan Ayu. Kemudian ditunjukin kamar para peserta.
Aku memutuskan untuk tidur karena imbas dari seminar tadi, sementara anak-anak lain pada main bola di lapangan mini di dalam Balaikop.

Acara Rakornas digelar usai isya’ abis makan malam, ini udah molor banget dari jadwal. Acaranya berlangsung cukup lancar, mengalir dengan sendirinya. Dan tentunya saya cuma bisa merekamnya lewat ingatan dan tulisan, karena saya tidak terlalu paham kegiatan apa saja yang pernah dilakukan IMTLI (makanya aku bingung, Maskur kayaknya bener salah ngirim aku.. hahaha).

Tapi sedikit-sedikit mulai nyambung dan jadi akrab ma anak-anak IMTLI. Dan yang paling bisa aku pahami hasilnya adalah chattingan conference bareng tiap Jum’at, bikin pin IMTLI yang dipasang di jaket Hima, juga ngadain kunjungan pas salah satu anggota IMTLI ngadain kegiatan yang bagus. Rapat ini berlangsung sampai sekitar jam 11.30 malam, semua anak-anak TL Undip angkatan di bawah 2004 keliatan tegang ngadepin UTS besok Jum’at.
Mas Aris TL Undip ’04 sebagai ketua IMTLI periode ini terlihat sangat berwibawa…😀

Suasana Rakornas yang lebih mirip arisan. Hehehe

Selesai rapat aku tidur. Tidur yang nyenyak banget. Meskipun agak aneh : tempat tidur yang nggak senyaman di rumah.

Hari Kedua…
Bangun pagi, cerah sekali Semarang pagi ini. Setelah sholat Subuh, aku buka laptop dan nulis tentang final day LITL 2008 itu. Ternyata panitia IMTLI emang keren, mereka udah nyiapin perlengkapan dan bangun sepagi mungkin (ternyata masih ada ya orang sebaik mereka!). Bincang-bincang pagi saat sarapan asyik banget, penuh obrolan bermutu karena rupanya anak-anak IMTLI ini jenius semua. Terutama Mas Miftah, Mas Alam, Mas Yogi dan Bang Jack…😀

Usai shalat Jum’at, ngobrol dan guyon dilanjutkan lagi. Aku ngobrol bareng Karisma dan Daru TL Undip ’07. Ternyata bahasa Jawa Timuran di Semarang dianggep ndeso (dan arek-arek Suroboyo nganggep mereka medok… ehehehe). Setelah itu aku milih namatin novel “Diorama Sepasang Albanna”, tinggal bab terakhir.

Sampe jam tiga aja kita di Balaikop, sempet foto-foto dulu di terasnya. Berkesan banget Rakornasnya foto-fotonya…😀
Selanjutnya diboyong lagi ke basecamp. Setelah itu, kita diajak main bola di lapangan tol. Sepanjang perjalanan ke sana aku ngelihat masjid yang suangar!! Mirip sama Masjid Al-Azhar Kairo!! Ternyata itu Masjid Agung-nya Semarang.

Acara main bola gagal karena anak-anak TL Undip ternyata pada latihan bareng anak Jurusan/prodi lain di situ. Akhirnya Mas Rohandi ngajak tim (ehehe) dari ITS untuk melakukan sesi foto-foto di jembatan penyebrangan di atas tol (bener-bener kegiatan yang terpuji kurang kerjaan).

Tonga jadi fotografer!!!

Malemnya panitia ngrencanain jalan-jalan. Ada yang nyeletuk, “Neng Lawang Sewu wae piye? Wani ora arek-arek Suroboyo iki?” Karena Surabaya disebut-sebut dan ditantang, kita pun setuju untuk melakukan “wisata gaib” ke Lawang Sewu.

Sebenernya, jam 7 ke atas anak-anak pengen wisata kuliner keliling Semarang. Tapi manusia tak dapat melawan kehendak Allah, hujan pun turun dengan sangat deras sampe jam 10an malem. Aku mengisinya dengan sharing sama Teguh TL Undip ’05, dan aku menyadari bahwa ada dua ikhwan Rohis yang aku kenal di sini : Teguh dan A’an sang Kahima TL Undip.

Perjalanan menuju pusat kota Semarang itu sungguh menakjubkan. Downtown Semarang terlihat sangat indah dari daerah Gombel (asal wewe Gombel?!). Lancar banget perjalanannya, aku bener-bener menikmati indahnya Semarang waktu malam, lebih indah dari Surabaya yang cuma masang lampu-lampu hias.

Suasana jalanan waktu malam di Semarang dari atas motor

Di Lawang Sewu ada sekitar 15 orang peserta dan panitia IMTLI yang ikut. Kesan pertama dari luar biasa aja, tapi dari dalem… ngeri banget waktu liat jendela yang penuh ornamen khas Belanda yang dihubungkan tangga besar itu. Selanjutnya, perjalanan menelusuri Lawang Sewu bergelap-gelap ria. Sempat foto-foto juga.

Kita juga berkesempatan menelusuri penjara bawah tanah Lawang Sewu. Mas Rohandi memutuskan nggak ikutan ke bawah tanah. Tapi ternyata kesanku di bawah tanah biasa aja. Nggak ngeri blas. Malah seneng karena sistem drainase dan plumbing di gedung ini unik banget!! Di luar kelaziman!! Sayang nggak kefoto!! 😛

Arya TL Undip ’05 berkesempatan dua kali ikut uji nyali.
Yang pertama di lantai dua gedung, tempat penyiksaan. Dia muter-muter sendirian ke pojok ruangan dan kembali dengan nyantai-nyantai aja.
Yang kedua ini yang seru, dia disuruh sendirian di depan penjara jongkok di bawah tanah tanpa penerangan apapun. Dan nggak sampe 2 menit dia sudah balik sambil nyalain senternya. Dia bilang ada tekanan kuat di telinganya (berdenging), dia nggak kuat dan akhirnya balik.
Tentang Arya ini, aku jadi inget Tejo TL-ITS ’05!! Mirip sekali!! Kalem dan kharismatik!!😀

Abis dari Lawang Sewu, mampir ke warung Pak Gik sambil beli jajanan yang ada di sana. Hujan pun turun lagi sehingga kita harus berteduh di teras toko yang udah tutup. Sampe ke basecamp jam 02.30 WIB (huaaahh…nguantuk)

Hari Ketiga…
Dimulai dengan acara “Resik-resik Pantai Marina Kulon”, anak-anak IMTLI sengaja milih celana pendek karena kita nanti ke pantai. Tapi sampai di tempat ngumpulnya anak-anak dekat gapura Undip, ternyata anak-anak TL Undip sendiri pada pake celana panjang. Wah, jadi agak malu juga.😛 Kita bakalan dianter in pake bus kampus menuju ke Pantai Maron. Perjalanan ke sana juga seru.

Di Pantai Maron panitia kebingungan, sempet nggak dibolehin masuk sama security perumahan Pantai Maron. Akhirnya entah pake jurus apa, berhasil juga masuk ke perumahan itu. Kita harus berjalan kaki menyusuri jalanan bechyek yang sayangnya nggak ada ojhyek.😀

A’an sedang bernegoisasi dengan Security perumahan

Hutan mangrove pantai Maron yang indah banget

Di Pantai itu agenda kita bersih-bersih sampah dulu, terutama sampah plastik yang buanyak banget. Aku sempet tanya ke Daru, “Yang ngumpulin sampah paling banyak dapat hadiah apa ya?”. Dia senyum sambil bilang, “Dapat sampah lagi, Mas“.😉

Di pantai yang indah ini kubersihkan kejahatan sampah plastik yang kejam. Hehehe

Selesai acara, ada penceburan / pembasahan baju para peserta. Yang memulai adalah Bang Jack vs Mas Rohandi. Tapi sayang aku nggak bisa ikutan. Aku inget, yang kayak gini nggak baek untuk syarat ikutan ta’alum dan halaqah sama akhi Didit dkk. Acara dilanjutin dengan makan siang dan balik lagi ke Undip.

Di bus menuju ke Undip, aku dan Daru dipuji digojlok habis-habisan. Ternyata anak-anak Jawa Tengah itu (terutama TL Undip ’07) sangat membanggakan bahasa Jawa Tengahan mereka (kurang asem!!). Dan aku pun tertidur berkali-kali di bus karena nggak seberapa lama kemudian, anak-anak pada molor juga.
Sampai di gerbang kampus, aku dan anak-anak beli es krim-rujak, pengen nyoba sensasinya. Dan ternyata puedeeess buangettt!!! Untung penjualnya pengertian, aku dikasih tambahan es krim.

Rencana Mas Rohandi, habis Maghrib tim dari ITS packing dulu dan beli oleh-oleh + nyobain makanan di Warung Mbah Ghobyoz. Bang Jack naik kereta ke Bandung, temen-temen ITB-nya udah balik pagi tadi. Sementara itu Mas Miftah naik bus ke Jogja.

Di Jalan Pandanaran, kita mampir ke Bandeng Juwana untuk beli banyak oleh-oleh khas Semarang di sana. Diteruskan makan di warung tadi, makanannya punya nama yang aneh-aneh. Ada es kolor ijo, es tobat, opor ayam setan, dll.😛

Kembali lagi di terminal Terboyo, mengucapkan salam perpisahan ke anak-anak TL Undip dan IMTLI. Aku bener-bener terkesan banget sama keramahan mereka. Semoga suatu saat bisa ke sana lagi. Banyak sekali yang pengen aku ceritakan. Tunggu ya postingan-postingan selanjutnya…

Special Thankies…

….dari TL Undip

  1. @ Hendra : Maturnuwun atas tumpangan kamarnya buat istirahat arek-arek ITS. Laptopmu juga wis di utek-utek karo konco-koncoku + aku. Ehehehe. Sepurane. Nggak ngapak-ngapak tho? Sampeyan bener-bener orang yang sangar; bassist jazz dan aktivis, tapi religius banget.
  2. @ Teguh : Syukron atas sharing-sharingnya tentang Islam dan aqidah. Cerita akhi tentang Sonny, temen seangkatanku di TL-ITS, bener-bener lucu!! Hehehe.
  3. @ A’an : Syukron telah berkenalan dengan aku. Akhi memang luar biasa. Baru kali ini aku tahu seorang kahima yang juga anak Rohis. Hidup Jawa Timur!! (dia asal Bojonegoro)
  4. @ Mas Aris : Maturnuwun. Sampeyan telah mengkoordinasi Rakornas IMTLI ini dengan baik.
  5. @ Yohan : Maturnuwun. Sampeyan ramah banget sama aku. Meskipun pas jadi ojek sampeyan agak ngebut!! Hehe.
  6. @ Sandra (ini cowok!!) : Maturnuwun atas segala keramahan dan kegilaan anda. Hahaha.
  7. @ Ito : Terima kasih udah dua kali jadi ojekku.
  8. @ Agus Sinaga : Makasih banget nganterin nyari oleh-oleh & ke terminal. (Agus ini orang Medan tapi bisa bahasa Jawa alus banget!! hehehe)
  9. @ Ayu : Thanks atas pengaturan akomodasi yang hebat. Sayangnya kacau pas kita datang pertama kali di Semarang.
  10. @ Daru : Suwun atas keramahan dan ketulusanmu untuk akrab karo aku. Hehehe. Moga-moga bisa ketemu pas kamu mudik ke Mojokerto. Kita lawan narsisme cah-cah Jawa Tengah!! Hahaha.

…peserta IMTLI

  1. @ Mas Miftah : Sumpe deh, sampeyan gokil abis!!! Suangar!!! Puollll!!! Suka bercanda pula!!! siiipppp!!!
  2. @ Mas Alam : Maturnuwun atas keramahan ala Salatiga. Hehehe.
  3. @ Mas Yogi : Thanks advice-advicenya.
  4. @ Bang Jack : Makasih untuk sharing-sharingnya tentang HMTL-ITB dan keramahannya. Anda memang tampak berwibawa dengan kaos Kick Andy. Ehehe.
  5. @ Ijul, Dhyes & Retno : Makasih udah berpartisipasi, meskipun aku nggak seberapa akrab dengan kalian.

…juga temen-temen ITS-ku : Mas Rohandi, Ocin dan Tonga. Kita tim yang hebat!!!
Yang nggak kesebut di atas, Makasih banget juga ya!!!

Tagged: , ,

§ 10 Responses to oleh-oleh dari Semarang (part 1) : IMTLI, the valley of lights & the beach

  • Kiki Ahmadi says:

    Keren keren

    : )

    Jurusan saya belum ada tuh

    : )

    ghaniarasyid answers :
    Hehehe. Makanya, bikin Ki’!!

  • Hasan Seru says:

    wah enak nih ya, sapa tau ketemu jodoh😛

    ghaniarasyid answers :
    Hehehe. Amiinnn…

  • Wah….,
    tp ga ono ikatan mahasiswa ilmu komputer indonesia….

    Nek ono, iso seru iki… (paling g, iso nambahi penggawean.., hehe…)😀

    ghaniarasyid answers :
    Hahaha… Agung iki iso-iso wae. Ehehehe… Makane, sampeyan harusnya jadi founding fathernya. Iyo, bener… nambahi panggawean = banyak pengangguran (lho?!)

  • hanggadamai says:

    wah seru banget keknya…

    ghaniarasyid answers :
    …dan menakjubkan
    🙂

  • diana says:

    assalamualaikum wr wb.
    ehm.,lagi ngenet di Labcomp, eeeh ada blognya ghani tiba – tiba muncul, mungkin karena baru dibuka pHie kaLi ya? (cz di commentnya ada email pHie), jadi tergelitik untuk mengomentari.
    waah subhanallah seru banget ya?!! jadi pengeen… banyak – banyak cari pengalaman dan teman ghani.. supay ga hanya rame di blog tapi di ‘alam nyata’ juga, hehehe… maaph… ;D

    ghaniarasyid answers :
    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Syukron katsiran ya, Dee. Ya, memang begitulah seharusnya seorang yang masih muda, mahasiswa lagi!
    😀

  • tika says:

    Asslmualaikm..
    Wah seru bgt y IMTLI ny..cb klo bs n blh iktan juga..ni anak TL undip 07..tp blm bruntng utk iktn IMTLI kmrn..n_n..critany seru abis.
    Daru,ijul,kiki ma khrsma(TL07 yg brntng mnymbt para IMTLI)aj g ampe crta sdetail it..makasih crtany y..n_n

    ghaniarasyid™ answers :
    Wa’alaikumussalam.
    Waa, anak TL-Undip lagi!
    Bahasanya sms bang-get:mrgreen:
    Salam kenal ya, semoga suatu hari aku bisa balik ke Undip😉

  • dafi017 says:

    wah kayanya asik nih gabung di IMTLI…

    tp gmana caranya?….

    aq anak Teknik Lingkungan UNLAM…

    juga mw gabung nih…..

    yang punya FS add me in dafi017_telink07@yahoo.co.id

    aq tunggu lho….

    ghaniarasyid™ answers :
    Mudah kok caranya gabung IMTLI. Kami basisnya dari milis, dengan nama HMTL-Indonesia.
    Search dulu aja lewat browser dalemnya Yahoo! mail, lalu add yahoo groupsnya HMTL-Indonesia.
    Di sana nanti ada info-info kegiatan IMTLI, juga ringkasan acara-acara yang diselenggarakan oleh kampus anggota IMTLI.
    Sip, saya invite ya😀

  • dafi017 says:

    makasih ya…….

    klo tentang masalah ke organisasian gmana…..

    solanya kami baru angakatan pertama jadi baru mau bikin himpunan mahasiswa gtu….

    ghaniarasyid™ answers :
    Sama-sama.
    Waduh, kalo hal itu jangan tanya ke saya. Saya bukan orang organisasi lagi.
    Mending langsung bikin new topic di milis IMTLI.
    Selamat mencoba😀

  • fachri says:

    lagi cari pengalaman orang tentang IMTLI untuk bekal Rakernas 2011 nich…delalah ketemu ini…
    matursuwun…inspiratip deh…masio wes lawas…
    hahahahahahaha……

    fachri TL-ITATS 2008

  • sama². semoga Rakernas-nya sukses🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading oleh-oleh dari Semarang (part 1) : IMTLI, the valley of lights & the beach at chasing the pretty rainbow™.

meta

%d bloggers like this: