going indie

August 9, 2010 § 40 Comments

Indie yang saya bahas di sini adalah independent music. Disebut independent karena sifatnya tidak komersial, atau analoginya mereka ingin bilang “musik adalah sebuah karya seni yang layak dinikmati oleh semua orang, tanpa harus mengeluarkan banyak uang”. Pada kenyataannya, artis indie tetap membutuhkan “bantuan” dari para penikmat seni mereka, tapi tidak se-materialis mereka yang memang menjual karya seni-nya dengan tujuan komersial.

Mungkin banyak dari kita yang agak asing dengan musik semacam ini, karena harus ada “upaya” untuk bisa mendengarkannya. Sehari-hari kuping kita dari kecil selalu “dijejalin” dengan berjuta-juta lagu yang berasal dari major label, mulai dari lagu anak-anak, remaja, dewasa, hingga reliji. Jadi, apa salahnya suatu saat kita beralih dari hal-hal yang populer kan? 🙂

we’re all indie…

Advertisements

the MayDay hi-tech’s week

May 5, 2009 § 22 Comments

Bagi saya, awal bulan Mei ini dipenuhi dengan rentetan Hi-Tech movements. Semua bermula dari Selasa malam, 28 April 2009 itu. Di sela-sela refreshing dengan memainkan The Sims 2 di kompie setelah mengerjakan beberapa tugas kuliah, tiba-tiba monitor memunculkan keanehan-keanehan: ada garis-garis vertikal dan gambar menjadi hancur.

Keesokan harinya keadaan menjadi lebih parah lagi, di monitor tidak muncul gambar dari CPU sama sekali! Dugaan awal monitornya yang hang, tapi ternyata setelah dicoba dengan monitor lain hasilnya sama saja. Yah, akhirnya diputuskan pada hari Jum’at, 1 Mei 2009, bahwa VGA card yang ter-install di port AGP motherboard ASUS P4PE2-X keluaran tahun 2004 itu harus diganti yang baru.

so long and good night...

so long and good night...

goodbye…

Menanti Film Ketika Cinta Bertasbih

March 27, 2008 § 35 Comments

Mari kita sama-sama insyaf
Cinta sejati itu tidak menzalimi
Cinta sejati berorientasi ridha Ilahi
Allah Allah Allahu Rabbi
Aku cinta dirimu duhai bidadari
Tapi aku lebih cinta Tuhanku, Ilahi, Rabbi
– Ketika Cinta Bertasbih, Habiburrahman El Shirazy

Sungguh indah barisan lirik lagu ciptaan Kang Abik di novel “Ketika Cinta Bertasbih” di atas.
Dinyanyikan tokoh Fadhil yang asal Aceh. Dan mungkin lebih indah lagi bila novel tersebut difilmkan.

« Read the rest of this entry »

the phenomenon : Ayat Ayat Cinta

March 14, 2008 § 11 Comments

bidadariku
namamu tak terukir dalam catatan harianku
asal-usulmu tak hadir dalam diskusi kehidupanku
wajah wujudmu tak terlukis dalam sketsa mimpi-mimpiku
indah suaramu tak terekam dalam pita batinku
namun kau hidup
mengaliri pori-pori cinta dan semangatku
sebab
kau adalah hadiah agung dari Tuhan
untukku
bidadariku
– Ayat Ayat Cinta, Habiburrahman El Shirazy

ayat-ayatcintaw300h455.jpg

AAC bagi yang belum baca atau nonton filmnya, mungkin dianggep sama dengan cerita-cerita cinta kebanyakan (sekuler). Atau kalau dia sadar kisah itu mengandung unsur reliji, maka dia mungkin beranggapan novel itu nggak lebih dari sekedar buku agama yang sekarang emang agak dijauhin oleh sodara-sodara Muslimku.

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with resensi at chasing the pretty rainbow™.