after one year…

August 18, 2013 § 3 Comments

Setahun “mem-vakum-kan” blog ini adalah sebuah hal sadis yang pernah saya lakukan. Media sosial berbasis “streaming” rupanya sudah ngaruh ke kecenderungan saya untuk males ngeblog dengan hanya beberapa kalimat bertahap.

Tapi… here I am. Rise and shine 😀

Sebagai warming-up, saya coba mengulas “jadi apa saya sekarang ini”…

  1. Masih seorang Ghani Arasyid, tapi dengan banyak hal yang telah berubah
  2. Berdomisili di kota yang jaraknya sekitar 80 km dari hometown, karena tuntutan karir (pertama kalinya harus jauh dari orang tua)
  3. Seorang Environment Staff di sebuah industri bio, yang tahun pertamanya (bakal) menghabiskan 60-70% waktu di pabrik
  4. Punya tambatan hati… 🙂

Sekian, akan berlanjut di postingan berikutnya…

182896_10200777579955055_1432147793_n

boys will be boys

February 16, 2011 § 23 Comments

Menjadi seorang laki-laki itu menurut saya simple. Tak butuh biaya yang banyak apabila dirimu adalah seorang laki-laki, karena kami mayoritas bisa hidup tanpa mengikuti lifestyle dan segala yang berhubungan dengannya. Akan tetapi, ada satu hal bagi laki-laki yang butuh biaya sangat besar dan usaha yang sangat keras.

Ya, postingan ini akan membahas hobi yang mayoritas disukai oleh laki-laki (meskipun pada faktanya perempuan juga banyak yang suka). Hobi yang mungkin akan membuat “boys will be boys” akan terus berlangsung hingga kapanpun. Hobi yang selalu mengikuti perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hobi yang tak boleh diremehkan, karena mempunyai segmentasi usia. Ya, hobi itu bernama video gaming.

« Read the rest of this entry »

going indie

August 9, 2010 § 40 Comments

Indie yang saya bahas di sini adalah independent music. Disebut independent karena sifatnya tidak komersial, atau analoginya mereka ingin bilang “musik adalah sebuah karya seni yang layak dinikmati oleh semua orang, tanpa harus mengeluarkan banyak uang”. Pada kenyataannya, artis indie tetap membutuhkan “bantuan” dari para penikmat seni mereka, tapi tidak se-materialis mereka yang memang menjual karya seni-nya dengan tujuan komersial.

Mungkin banyak dari kita yang agak asing dengan musik semacam ini, karena harus ada “upaya” untuk bisa mendengarkannya. Sehari-hari kuping kita dari kecil selalu “dijejalin” dengan berjuta-juta lagu yang berasal dari major label, mulai dari lagu anak-anak, remaja, dewasa, hingga reliji. Jadi, apa salahnya suatu saat kita beralih dari hal-hal yang populer kan? 🙂

we’re all indie…

blogging vs microblogging

May 17, 2010 § 32 Comments

Sepertinya selama setahun belakangan ini ada satu unsur dalam nge-blog yang bener² aku tinggalin: konsep dasar. Padahal menurut mas Radhitya (yang bukan Dika), konsep awal sebuah blog perlu diperhatikan, dan harus tetap dijaga agar konsisten berada di trek-nya.

Pernyataan tersebut sungguh benar adanya. Tidak terhitung betapa blogku yang konsep awalnya adalah sebagai sebuah diary online, entah sampai mengalami beberapa kali cross-concepts.

Suatu ketika, blogku pernah menjadi ajang review, promosi lirik lagu, atau bahkan jadi tempat berdebat sengit yang sempat membuat blog yang “damai” ini jadi ramai sekali komentar dan blogwalker. Sampai akhirnya blog ini di kemudian hari malah berubah jadi blog yang penuh puisi dan cerita bersambung.

Akan tetapi, penyimpangan-penyimpangan itu ku anggap sebagai hal yang wajar. Kenapa kok begitu? Karena memang untuk menjadikan blog lebih berwarna dan tidak monoton, kita perlu melakukan sedikit manuver. Entah itu tujuannya meningkatkan traffic atau tujuan lain. Khusus manuver yang kulakukan itu tujuan utamanya hanya sebagai selingan, lha daripada pembaca ta’jejalin dengan diary² doang yang isinya mengeluh dan nyacat sana-sini? Wehehe.

blogging juga perlu strategi…

the MayDay hi-tech’s week

May 5, 2009 § 22 Comments

Bagi saya, awal bulan Mei ini dipenuhi dengan rentetan Hi-Tech movements. Semua bermula dari Selasa malam, 28 April 2009 itu. Di sela-sela refreshing dengan memainkan The Sims 2 di kompie setelah mengerjakan beberapa tugas kuliah, tiba-tiba monitor memunculkan keanehan-keanehan: ada garis-garis vertikal dan gambar menjadi hancur.

Keesokan harinya keadaan menjadi lebih parah lagi, di monitor tidak muncul gambar dari CPU sama sekali! Dugaan awal monitornya yang hang, tapi ternyata setelah dicoba dengan monitor lain hasilnya sama saja. Yah, akhirnya diputuskan pada hari Jum’at, 1 Mei 2009, bahwa VGA card yang ter-install di port AGP motherboard ASUS P4PE2-X keluaran tahun 2004 itu harus diganti yang baru.

so long and good night...

so long and good night...

goodbye…

a short story of February

March 9, 2009 § 19 Comments

Bulan February yang lalu adalah bulan terpadat sepanjang sejarah hidup saya. Setelah akhir January “terkapar” karena sakit gejala tifus selama seminggu penuh, rentetan kegiatan langsung menerpa saya mulai awal February. Itulah alasan utama kenapa saya vakum ngeblog begitu lama 😦 . Kegiatan-kegiatan yang luar biasa menyita waktu dan konsentrasi… proposal Tugas Akhir + seminarnya dan tugas Kerangka Acuan AMDAL. Semua itu membutuhkan kehadiran saya secara “offline”, apalagi tema Tugas Akhir saya adalah penelitian di laboratorium. Tapi insyaAllah di sela-sela waktu senggang saya akan tetap menulis, karena seperti yang pernah saya ungkapkan di sebuah kesempatan… blogku adalah harta karunku. Thanks for keep reading this blog 🙂

Oxford Street by Andy Mumford

Oxford Street by Andy Mumford

what a story ^^

codename : high school never ends

January 26, 2009 § 38 Comments

mission : menceritakan tentang beberapa hal dari High School kita
task giver : Hasan Junaidi

Then when you graduate
You take a look around and you say,
“Hey Wait!
This is the same as where I just came from
I thought it was over
Oh, that’s just great!”
~High School Never Ends by Bowling for Soup

I can’t help, but that’s real…

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with review at chasing the pretty rainbow™.